Berita

Sempat Incar Obama, Bahrun Naim Ke Suriah Tahun 2013

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 18:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bahrun Naim dituding menjadi otak aksi teror di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis lalu (16/1). (Baca: Bahrun Naim Diduga Otak Serangan Bom Di Kawasan Sarinah)

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan menjelaskan Bahrun pernah dipenjara pada tahun 2010 lalu. Karena saat itu dia merencanakan teror bersamaan dengan kedatangan Presiden AS Barack Obama.

Setelah selesai menjalani hukuman, jelas Anton, pemilik nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo asal Solo itu pergi ke Suriah.


"Tahun 2013 yang bersangkutan ke Suriah," ungkap Anton (Sabtu, 16/1).

Di Suriah, sambung Anton menambahkan, Bahrun Naim bergabung dengan organisasi Organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). (Baca: Kata Kapolri, Aksi Teror Didanai ISIS Melalui Bahrun Naim)

"Dia diberikan kepercayaan untuk mengkoordinasikan simpatisan ISIS di Indonesia," ucapnya.

Hal ini sejalan dengan perintah petinggi ISIS yang sudah dikeluarkan secara internasional.

"Karena di Suriah ISIS terjepit, ada seruan dari media mereka agar gerakan yang pro ISIS untuk melakukan aksi-aksi di seluuh dunia," tandasnya.

Kenapa Bahrun Naim bisa lolos?

Anton menjawab saat itu Bahrun Naim sudah menjadi warga biasa. Pihaknya tak bisa mencegahnya kalau mau bepergian ke luar negeri. "Disinilah mungkin kita perlu tinjau kembali regulasi," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya