Dua mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla memberikan jalan keluar atas kemelut yang dihadapi partai berlambang beringin tersebut saat ini.
Masing-masing keduanya menyiapkan solusi atas kondisi vacuum of power menyusul pencabutan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM atas kepengurusan Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol dan saat bersamaan pengurus Golkar hasil Munas Bali tidak ditetapkan.
Politikus Partai Golkar Priyo Budisantoso mengapresiasi langkah kedua sesepuh Golkar tersebut.
"Secara personal, saya memberi apresiasi tinggi terhadap ikhitiar yang terus dilakukan oleh para senior. Pak Jusuf mengajukan gagasan adanya tim perunding dan hari ini kita masih
on call," kata Priyo di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/1).
Ia juga menyatakan kegembiraannya dan mengapresiasi anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung yang meminta Mahkamah Partai Golkar untuk segera menyelenggarakan Munas dalam tahun ini.
"Dan kami gembira juga tokoh-tokoh semacam negarawan Pak Siswono Yudo Husudo juga mengajukan saran yang lebih sama demi tujuan yang terakhir. Semalam Poros Muda Partai Golkar juga sudah mengapresiasi untuk mendorong adanya Munas bersama," tandasnya.
Sebab itu, Priyo Budi mengklaim Munas bersama merupakan kehendak mayoritas 'pemilik dan pewaris sah' Partai Golkar.
[zul]