Berita

Pahri Azhari:net

X-Files

Bupati Musi Banyuasin Dan Istrinya Dijebloskan Ke Rutan

Kasus Suap Pembahasan APBD 2015
SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 09:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Pahri Azhari dan istrinya yang jadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Lucianty. Pasangan suami-istri itu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Pahri dan Lucianty ditahan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Mereka diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2014 dan Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2015.

Keduanya keluar dari Gedung KPK, kemarin, menuju Rutan Polda Metro Jaya secara terpi­sah. Lucianty lebih dulu keluar pada pukul 16.20 WIB. Namun, dia menutup rapat mulutnya ke­tika ditanya seputar pemeriksaan maupun penahanan ini.


Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, Lucianty langsung masuk mobil tahanan yang sudah menunggu di lobi KPK.

Selang 10 menit, giliran Pahri keluar. Pahri yang mengenakan rompi tahanan KPK itu juga eng­gan berkomentar. Dia bungkam ketika disodorkan sejumlah pertanyaan terkait pemeriksaan dan penahanan ini.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, penyidik melaku­kan penahahan terhadap pasangansuami-istri ini untuk ke­pentingan penyidikan. Keduanya ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Demi kepentingan penyidikan,mereka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya," ucap Yuyuk melalui pesan singkat.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Mulai dari DPRD Muba, Kepala Dinas Muba sampai Bupati Muba beserta istrinya.

Kasus ini terungkap sete­lah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) be­berapa waktu lalu di Kabupaten Muba, Sumatera Selatan.

Ketika itu, Tim Satgas KPK meringkus empat orang yakni Ketua Fraksi PDIP DPRD Muba Bambang Karyanto, anggota DPRD Fraksi Partai Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Muba Fasyar.

Dalam operasi tangan tangan itu, penyidik mendapati dan mengamankan uang sebesar Rp 2,56 miliar. Uang itu diduga pemberian dari Syamsudin Fei dan Fasyar kepada Bambang dan Adam.

KPK mensinyalir bahwa pem­berian itu bukan yang pertama untuk memuluskan pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015 Pemkab Muba.

Berdasarkan pengembanganpenyidikan, KPK kemudian menetapkan Bupati Muba, Pahri Azhari dan isterinya, Lucianty Pahri yang juga ang­gota DPRD Sumatera Selatan menjadi tersangka pada Jumat, 14 Agustus 2015.

Sepekan kemudian, empat pimpinan DPRD Muba yakni Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar, dan Wakil Ketua DPRD Muba Darwin A. H, Islan Hanura, serta Aidil Fitri juga telah ditetap­kan sebagai tersangka.

Pahri Azhar dan isterinya disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UUNomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UUTipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara empat pimpinan DPRD Muba yang diduga se­bagai pihak penerima suap dis­angka telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UUTipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP. Para legislator daerah itu telah dijebloskan ke jeruji besi pada Selasa 15 Desember 2015.
 
Kilas Balik
Rekor Dua Kali Jadi Tersangka Dipegang Pasangan Gatot-Evy


Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari dan istrinya, Lucianty di­tahan KPK kemarin. Penahanan pasangan ini menambah panjang deretan suami-istri yang terjerat kasus korupsi.

Pertengahan tahun ini, KPK menetapkan pasangan suami-istri Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti sebagai tersangka kasus penyuapan terhadap hakim PTUN Medan.

Gatot adalah gubernur Sumatera Utara. Sedangkan Evy istri mudanya. Dalam kasus ini,Gatot-Evy menjadi tersangka bersama tiga hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, Dermawan Ginting; panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan; pengacara M Yagari Bastara alias Gary; dan pengacarasenior OC Kaligis.

Dari pengembangan kasus itu, Gatot-Evy kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus pe­nyuapan terhadap Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Masih di tahun 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan istrinya Suzanna, Senin (6/7/) malam. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasusdugaan suap kepada bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, terkait sengketa pemilihan kepala daerah Empat Lawang di MK.

Budi dan Suzanna ditahan setelah memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka. Budi ditahan di rumah tahanan KPK cabang Pomdam Guntur.

"Sementara Suzanna ditahan di rutan KPK," kata Priharsa.

Tahun sebelumnya, 2014, Bupati Karawang Ade Swara danistrinya, Nurlatifah, merupakan pasangan suami-istriyang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka.

KPK menetapkan Ade dan Nurlatifah sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap PT Tatar Kertabumi terkait izin pembangunan mal di Karawang. Mereka ditetapkan sebagai ter­sangka setelah diringkus dalam operasi tangkap tangan pada Kamis (17/7/2014) dan Jumat dini hari.

Di tahun yang sama, KPK menerapkan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito sebagai tersangka kasus penyuapan kepada Akil Mochtar. Suap itu terkait den­gan sengketa hasil pilkada Kota Palembang yang dimenangkan Romi.

"Setelah melakukan gelar perkara, disimpulkan ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan RH (Romi Herton) selaku Wali Kota Palembang, kemudian juga M (Masyito) telah ditetapkan sebagai ter­sangka," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin (16/6/2014).

Sebelumnya, ada duo M Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni yang terjerat kasus korupsi. Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat menjadi tersangka kasus korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEAGames. Kini Nazaruddin tengah menjalani sidang kasus dugaan pencucian uang.

Sedangkan istrinya Neneng terjeblos dalam kasus dugaan korupsi pembangkit listeriktenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya