Berita

saleh p daulay

Empat Program harus Diprioritaskan Menag dalam RAPBN 2016

JUMAT, 23 OKTOBER 2015 | 04:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin diminta untuk memprioritaskan beberapa kegiatan dalam pembahasan RAPBN 2016. Pasalnya, rincian kegiatan yang dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Senin (19/10) lalu belum menjawab berbagai tuntutan yang disampaikan masyarakat.

Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay,setidaknya ada empat program dan kegiatan pokok yang harus diprioritaskan dalam RAPBN 2016 oleh Kemenag RI. Pertama, pembayaran tunjangan profesi guru non-PNS yang telah menerima SK inpassing.

Komisi VIII menilai bahwa persoalan tunjangan guru ini sangat penting dipikirkan. Sangat tidak wajar, jika utang pemerintah pada guru mencapai angka Rp 1,3 triliun. Ironisnya, Kemenkeu dan Bappenas tidak memasukkan hal itu dalam program prioritas dan sama sekali tidak menanggarkannya dalam RAPBN 2016.


"Kawan-kawan di komisi VIII akhirnya meminta Menteri Agama untuk melakukan relokasi anggaran dari kegiatan yang tidak prioritas untuk membayar TPG tersebut. Alhamdulillah, permintaan kawan-kawan dipenuhi. Kalaupun belum semua, dipastikan setengah dari utang itu sudah dianggarkan dan akan dibayarkan pada awal tahun 2016," ujar Saleh (Jumat, 23/10).

Kedua, Komisi VIII mendesak Menteri Agama untuk segera mempercepat pendirian BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Kedua badan itu semestinya sudah harus berdiri pada bulan Oktober 2016 sesuai amanat UU-nya. Sangat disayangkan, sampai saat ini kedua badan itu belum maksimal diperhatikan kementerian agama.

"Kami memandang, kedua badan itu tidak hanya berurusan dengan persoalan keyakinan dan ibadah. Namun, kedua badan itu dinilai menjadi salah satu jawaban terhadap masalah ekonomi umat. Karena itu, kedua badan itu harus segera didirikan".

Ketiga, Komisi VIII juga mendesak agar pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk melakukan upaya-upaya diplomatik dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji pada 2016. Upaya diplomatik dinilai harus dilakukan karena separoh dari kunci sukses penyelenggaraan ibadah haji ada pada otoritas Saudi. Selama ini, posisi diplomatik Indonesia pada Saudi masih sangat lemah dibandingkan negara-negara lain.

"Ada banyak yang disoroti kawan-kawan soal haji. Namun yang paling krusial adalah soal diplomasi ini. Dengan upaya-upaya diplomatik diyakini akan dapat meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi para jamaah haji selama berada di Saudi," urai anggota Fraksi PAN ini.

Keempat, Komisi VIII meminta kementerian agama untuk segera memprioritaskan pembangunan KUA (kantor urusan agama) di seluruh Indonesia. KUA dinilai sebagai ujung tombak pelayanan agama di tingkat akar rumput. Namun, sejalan dengan pemekaran-pemekaran yang dilakukan, masih banyak daerah yang belum memiliki KUA. Tidak jarang, KUA terpaksa menumpang di kantor-kantor kecamatan.

"KUA itu semestinya dimaksimalkan fungsinya. Peningkatan fungsi itu tentu harus dimulai dari penyediaan sarana prasarana. Kalau kantor saja tidak punya, lalu bagaimana mau memberikan pelayanan?" katanya mempertanyakan.

Karena itu, Komisi VIII bersama Kemenag RI menargetkan bahwa pada akhir tahun 2018, semua kantor KUA telah berdiri. Untuk tahun ini telah dianggarkan pendirian KUA sebanyak 181 di seluruh pelosok tanah air. "Ini akan kita cicil sampai selesai 2018, insya Allah," demikian legislator dari dapil Sumut II ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya