Berita

surya paloh/net

Politik

Surya Paloh Kena Karma Opini Kejamnya Pada Anas Urbaningrum

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 09:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akhir-akhir ini tengah getol berbicara mengenai pengadilan persepsi dan opini di media massa. Penyebabnya, tak lain karena Surya Paloh dan partainya, Nasdem, merasa dikerjai oleh opini publik atas kasus yang melilit dua petinggi partainya, OC Kaligis dan Patrice Rio Capella.

Begitu kata pengamat hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Mamun Murod dalam kicauannya di akun Twitter @mamunmurod_, Selasa (20/10).

"Surya Paloh dan MI Grup sekarang getol dan demen berbicara pengadilan persepsi dan opini," ujarnya.


Menurut Mamun, dalam hidup selalu berlaku hukum kausalitas. Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini menyimpulkan, apa yang menimpa Surya Paloh dan Nasdem ini menunjukkan bahwa hukum kausalitas tengah bekerja.

"SP dan MI Grup masak sudah lupa sih kalau lebih dari 3 tahun membangun pengadilan opini secara sadis dan kejam terhadap Anas Urbaningrum," sambungnya

"Saya yakin, SP tentu bukan orang bodoh yang tidak tahu praktik culas hukum di Indonesia. Tapi dengan kuasa medianya, ia menghabisi Anas dengan opini-opini yang jahat banget," tandas Mamun. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya