Berita

hemas/net

Politik

DPD RI Dorong Pemerintah Fokus Bangun Indonesia Timur

SELASA, 13 OKTOBER 2015 | 09:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

DPD RI mendorong pemerintah agar pembangunan nasional difokuskan ke wilayah Indonesia timur. Pasalnya, pembangunan di Indonesia bagian timur yang kurang menjadi prioritas telah mengakibatkan banyak potensi kekayaan alam yang tidak tergali.

Padahal wilayah Indonesia timur penuh dengan potensi-potensi alam dan bahari yang mampu mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.
 
Menurut Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas wilayah Indonesia timur yang terdiri atas kepulauan terdapat potensi kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerah, seperti di bidang pariwisata, perikanan, ataupun jalur transportasi laut.


"Pemerintah harus lebih memfokuskan dalam pembangunan di wilayah Indonesia timur sebagai bagian dari poros maritim Indonesia. Berbagai potensi di wilayah Indonesia timur akan tergali jika didukung dengan adanya pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, fasilitas, dan peningkatan pendidikan untuk dapat mencetak sumber daya manusia sebagai bibit daerah yang mampu mengembangkan potensi kekayaan di wilayah Indonesia Timur," ujarnya dalam acara Rapat Konsolidasi Aspirasi Daerah DPD RI untuk penyerapan aspirasi daerah di Swiss-Belhotel, Ambon hari Senin (11/10)

Menurut senator Yogyakarta itu, Provinsi Maluku adalah salah satu wilayah di Indonesia timur yang harus diprioritaskan dalam agenda pembangunan nasional oleh pemerintah. Provinsi Maluku dianggap sebagai salah satu wilayah kepulauan yang memiliki potensi kekayaan bahari yang harus segera dilakukan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

Provinsi Maluku dianggap mempunyai potensi kekayaan bahari yang sangat besar, hanya saja karena belum meratanya pembangunan, kekayaan tersebut kurang optimal untuk dimanfaatkan. Akibatnya, di Maluku banyak masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.

"DPD selalu berteriak, siapapun presidennya, yang akan berhasil adalah yang memperhatikan pembangunan di Indonesia timur. Sebenarnya banyak masyarakat dengan kategori miskin di daerah Indonesia timur yang memiliki potensi kekayaan alam yang tinggi di daerah tersebut, hanya saja belum bisa dioptimalkan karena belum tersentuhnya pembangunan yang menyeluruh," tandasnya.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya