Berita

Politik

Pembunuhan Sadis Kembali Terjadi di Jakarta

Seorang Ibu dan Anak Dibantai di dalam Rumah
JUMAT, 09 OKTOBER 2015 | 11:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Belum tuntas kasus kematian bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat diusut pihak kepolisian. Kini pembunuhan sadis di Jakarta kembali terjadi di Jakarta.

Seorang ibu dan anak ditemukan tewas dengan keadaan mengenaskan di kediamannya di Perum Aneka Blok A13 No8 Keluarahan Penggilingan, Kecamatan Cakug, Jakarta Timur, Kamis (8/10) malam. Keduanya ditemukan dalam keadaan bersimbah darah disekujur tubuh.

"Mayat ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB. Diduga (korban) pembunuhan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal, Jakarta, seperti diberitakan JPNN, Jumat (9/10).


Sang ibu diketahui bernama Dayu Priambarita berusia 45 tahun sementara putranya bernama Yuel dan masih berusia 5 tahun.

Penemuan mayat keduanya berawal saat sang ayah, bernama Heno Pujo Leksono, pulang dari tempat kerjanya. Nah, saat akan memasuki rumahnya, Heno curiga lantaran pintu pagar tidak terkunci.

Dia pun segera masuk ke rumahnya. Pintu rumahnya juga tak terkunci hanya tertutup biasa. Tak ada istri yang menyambutnya. Heno lantas mencari sang istri dan anaknya di kamar.

Sontak, badan Heno langsung lemas seketika saat membuka pintu kamarnya. Dia mendapati istrinya sudah tergolek tak berdaya bersimbah darah di kasurnya. Begitu juga anak tercintanya. Yuel tergeletak di atas lantai dengan kondisi yang tak kalah mengenaskan, sejur tubuhnya bersimbah darah.

Kombes Pol Mohammad Iqbal mengkonfirmasi bahwa di badan Dayu dan Yuel memang terdapat luka cukup parah.

"Luka terbuka pada leher kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan, bawah ketiak kanan, dan anaknya Yuel mengalami luka terbuka pada leher," tutur Iqbal.

Kini, jenazah ibu dan anak itu kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), guna keperluan autopsi untuk penyelidikan kasus ini lebih lanjut. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya