Berita

arief yahya/net

Politik

Menteri Arief Yahya Akan Sambut Ekspedisi Kapsul Mimpi di Belitung

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 15:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ekspedisi Kapsul Mimpi 2085 mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menteri Arief bahkan akan menyambut ekspedisi itu di Bumi Laskar Pelangi, Belitung, pada 13 Oktober nanti.

Ekspedisi Kapsul Mimpi ini merupakan bagian dari gerakan Ayo Kerja dalam perayaan 70 tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Kapsul ini mulai keliling ke seluruh ibukota provinsi pada 10 Maret lalu yang dimulai dari titik nol Indonesia sebelah barat, Sabang. Penjelajahan Kapsul Mimpi akan berakhir pada 22 Desember nanti di Merauke. Sementara hari ini, kapsul itu sudah sampai di Palembang.


Di tiap provinsi, kapsul akan menarik mimpi-mimpi masyarakat daerah. Semua kertas mimpi itu kemudian dimasukkan ke dalam kapsul yang baru akan dibuka pada 70 tahun mendatang atau tepatnya pada acara peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2085.

"Ekspedisi kapsul waktu ini adalah upaya untuk merajut beraneka mimpi dan harapan dari berbagai komponen tentang Indonesia di masa mendatang. Pemerintah, aparat, pelaku usaha, profesional, petani, nelayan, remaja, dan anak-anak bisa menyampaikan mimpinya," ujar Arief dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/10).

Arief menilai, Ekspedisi Kapsul Mimpi ke semua daerah juga akan mendorong promosi pariwisata daerah. Para peserta konvoi bisa melihat potensi "pesona Indonesia" berupa kekayaan budaya dan keindahan alam pariwisata nusantara.

Di Bumi Laskar Pelangi nanti, Ekspedisi Kapsul Mimpi akan disambut konvoi mobil dan sepeda motor kuno dari Bandara HAS Hanandjoeddin menuju Pantai Tanjung Tinggi.

Iring-iringan akan disambut Tari Laskar Pelangi menuju panggung yang terletak di bibir pantai. Di tempat itu nanti masyarakat Belitung akan memasukkan mimpi mereka dalam kapsul. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya