Berita

isis/net

Dunia

AS Sebut Target Serangan Rusia Bukan ISIS

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 11:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mayoritas serangan yang dilancarkan Rusia ke Suriah bukan untuk menghancurkan milisi ISIS. Amerika Serikat menyebut bahwa 90 persen Rusia itu menargetkan oposisi moderat Suriah.

"Lebih dari 90 persen serangan Rusia tidak ditargetkan ke ISIS. Serangan Rusia mengenai kelompok oposisi yang menginginkan masa depan lebih baik bagi Suriah dan tidak ingin rezim Presiden Suriah Bashar al Assad berkuasa," ujar jurubicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby sebagaimana diberitakan AFP, Kamis (8/10).
 
Sementara Rusia mengatakan bahwa target mereka adalah seluruh kelompok militan di Suriah, termasuk ISIS. Rusia memang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Bashar al Assad.


Sedangkan AS merupakan pendukung kelompok oposisi moderat Suriah yang memerangi Assad. AS pun menyebut apa yang dilakukan Rusia hanya akan memperburuk konflik.

"Mereka diserang dengan rudal jelajah dari laut ataupun bom dari pesawat tempur Rusia, hasilnya akan tetap sama, yaitu Assad tetap mendapat dukungan dari Rusia," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya