Berita

isis/net

Politik

Ratusan Pasukan Iran Ikut Bantu Suriah Hadapi Pemberontak

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 13:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ratusan pasukan Iran telah tiba di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al Assad melawan pemberontak. Mereka bersenjata lengkap, seperti dipersiapkan untuk melakukan serangan darat besar.

Tidak hanya dari Iran, pasukan sekutu Assad yang berasal dari Hizbullah Lebanon dan milisi Syiah Irak. Sementara di satu sisi, Rusia juga mulai memberikan bantuan militer di udara.

"Pelopor pasukan darat Iran mulai berdatangan di Suriah. Pasukan dan petugas khusus datang untuk berpartisipasi dalam pertempuran ini. Mereka bukan hanya penasihat militer. Mereka berjumlah ratusan dengan peralatan dan senjata," ujar salah satu sumber yang kepada Reuters tidak disebutkan namanya, Jumat (2/10).


Para pasukan luar negeri ini berdatangan ke Suriah untuk membantu negara tersebut keluar dari peperangan melawan pemberontakan ISIS. Pemberontakan ini telah memaksa sebagaian besar penduduk Suriah eksodus ke Eropa.

Namun begitu, bantuan militer kepada pemerintahan Assad ini menuai kecaman dari Amerika Serikat dan Eropa karena dianggap tidak akan menyelesaikan konflik yang ada. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya