Berita

bima arya/net

Karakter Akan Bawa Bangsa Ini ke Puncak Peradaban

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 08:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bangsa ini banyak mengalami masalah, salah satunya soal karakter bangsa. Ini sangat riskan, mengingat karakter bangsa merupakan suatu hal yang mendasar bagi sebuah bangsa.

Begitu cerita Wali Kota Bogor, Bima Arya usai mengikuti kursus di Lemhanas kepada peserta Training of Trainer (ToT) 4 Pilar MPR di Hotel Sahira, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10) malam. Acara ini turut diikuti sebanyak 100 orang dari 26 organisasi kemasyarakatan dan pemuda

"Bila kita kehilangan karakter bangsa, maka hilanglah semua apa yang kita miliki," ujarnya.


Bima Arya mengatakan bahwa bangsa ini sering mengabaikan pembangunan karakter bangsa. Beruntung, saat MPR gencar melakukan Sosialisasi 4 Pilar, bangsa ini mulai serius membangun karakter. Politisi PAN ini berharap, bangsa ini memiliki karakter seperti para pendiri bangsa yang tidak silau pada harta.

"Kita harus bekerja demi bangsa. Untuk itu, Sosialisasi 4 Pilar perlu dilakukan agar bangsa ini tak kosong. Karakter akan membawa bangsa ini pada puncak peradaban dan kemajuan. TOT ini sangat penting apalagi diikuti oleh para aktivis," sambungnya.

Kepada peserta, Bima juga menekankan bahwa menjabat sebagai kepala daerah itu berat. Bekal yang cukup sangat diperlukan untuk mendukung kepala daerah memikul beban. Tapi bekal itu bukan harta, melainkan karakter.

"Bekal karakter yang telah membantu saya," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya