Berita

rieke diah pitaloka/net

Politik

PDIP Pun Pertanyakan Paket Ekonomi Jokowi

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 11:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak hanya sejumlah kalangan dari luar pemerintah yang mengkritisi kebijakan ekonomi Jokowi. Kritikan juga datang dari internal partai pendukung Jokowi, PDIP.

Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka menilai dua paket kebijakan yang telah diluncurkan tidak ada yang menyentuh persoalan ketenagakerjaan secara utuh dan komprehensif. Bahkan tidak memperlihatkan integrasi antara kebijakan ekonomi, perindustrian, dan perdagangan dengan ketenagakerjaan. Seolah semua investasi dalam industri dan perdagangan tidak ada korelasi dengan tenaga kerja.

"Pertanyaannya paket ekonomi untuk siapa? Untuk meningkatkan kehidupan ekonomi rakyat atau sekadar untuk mengundang investasi dan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi segelintir orang?" ujarnya dalam keterangannya kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (1/10).


Anggota Komisi IX DPR RI ini juga mempertanyakan hubungan kedua kebijakan itu dengan "trilayak" yang dijanjikan saat pilpres yaitu, kerja layak, upah layak dan hidup layak bagi rakyat pekerja.

"Tidak ada industri yang kuat tanpa pekerja yang kuat. Tidak ada pekerja yang kuat tanpa industri yang kuat," sambung mantan cagub Jabar itu.

Menurutnya, kebijakan mendorong terciptanya lapangan kerja dan melindungi hak-hak pekerja yang simultan dengan penguatan terhadap industri dan pengusaha nasional, harus menjadi kebijakan politik tetap pemerintah.

"Sekarang, apakah paket ekonomi yang diluncurkan sudah ciptakan penguatan industri nasional?" tanyanya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menilai bahwa paket kebijakan ekonomi Jokowi tidak akan mengatasi persoalan. Bahkan ada yang menilai bahwa paket ini merupakan kepanjangan tangan dari kaum neolib dalam menacapkan kuku-kukunya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya