Berita

foto/net

Politik

DONALD TRUMP GATE

MKD Layak Copot Setnov dan Fadli Zon

SABTU, 26 SEPTEMBER 2015 | 16:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR didesak untuk segera menentukan nasib Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Hal tersebut terkait dugaan pelanggaran kode etik karena menghadiri kampanye bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pengamat politik Adilsyah Lubis menilai, pemanggilan para saksi untuk diperiksa MKD tidak diperlukan dan terkesan hanya mengulur-ulur waktu.


"Kasus ini jangan seperti hilang ditelan bumi, hebohnya sebentar, setelah itu hilang begitu saja, tidak ada keputusan apa-apa," kata Adilsyah, seperti dikutip JPNN, Sabtu (26/9).

Ia berharap, MKD memberi sanksi tegas kepada politikus Gokar dan Gerindra tersebut. Sanksi, lanjutnya, jangan hanya berupa peringatan tetapi harus pada pencopotan keduanya sebagai pimpinan DPR RI.

"Kehadiran keduanya di acara kampanye Donald Trump tidak bisa dibenarkan. Yang lebih berat lagi karena ada ucapan Setya Novanto pada saat itu yang menyatakan orang Indonesia sangat menyukai Donald Trump," sambungnya.

"Jawaban Setya Novanto kepada Donald Trump saat itu merendahkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata internasional," tegas dosen di Universitas Trisakti Jakarta ini. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya