Berita

lukman hakim/net

Politik

Jawaban Menteri Lukman Soal Informasi Tragedi Mina

SABTU, 26 SEPTEMBER 2015 | 12:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendapat curhat dari para jemaah haji Indonesia mengenai kepastian nasib keluarga mereka yang belum kembali pasca tragedi Mina.

"Untuk menyatakan seseorang itu wafat, harus berdasarkan kesaksian yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentu pertanggungjawaban secara medis bahwa seseorang memang betul-betul telah wafat," kata Lukman saat memberikan penjelasan, sebagaimana dikutip JPNN, Sabtu (26/9).

Menurut Lukman, informasi terkait jemaah wafat tidak cukup mengandalkan pengakuan pihak keluarga. Sebab, harus ada indikasi bahwa yang bersangkutan wafat.


"Selama tidak bisa dijelaskan indikasinya, maka itu sulit bagi kami untuk mengatakan bahwa yang bersangkutan wafat," ucapnya.

Lukman menyatakan, secara yuridis, pernyataan seseorang tentang jemaah wafat harus bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi ini menyangkut peristiwa luar biasa dan terjadi di luar negeri.

Karenanya, data jemaah wafat harus didasarkan pada hasil pemeriksaan pihak otoritatif yakni petugas kesehatan.

"Oleh karena itu, pemerintah harus menahan diri sampai adanya pihak yang memiliki otoritas menyatakan bahwa seseorang wafat atau tidak," ujar Lukman.

Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia kesulitan untuk mengakses informasi di rumah sakit. Meski demikian, pemerintah aka berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penelusuran terhadap sejumlah jemaag yang belum kembali ke kloternya masing-masing.

"Bagaimanapun juga Pemerintah Saudi Arabia mempunyai regulasi sendiri, punya tradisi, budaya, serta tatacaranya dalam mengatasi hal-hal seperti ini," ungkap Lukman. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya