Berita

foto/net

Dunia

Update: Korban Tewas Jadi 453 Orang, Korban Luka-luka 719 Orang

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2015 | 19:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jumlah korban tewas dalam kepanikan yang terjadi di Jalan 204, Mina, bertambah menjadi 453 jemaah haji dan sebanyak 719 lainnya mengalami luka-luka.

Begitu kata Direktorat Pertahan Sipil Arab Saudi sebagaimana dikutip CNN, Kamis (24/9).

"Kemungkinan korban meninggal terus bertambah. Sementara yang terluka telah dievakuasi ke empat rumah sakit yang berbeda di wilayah Mina," ujar jurubicara Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya itu.


Sementara itu, Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia, Brigjen Mansour al Turki mengatakan, pihaknya menurunkan 4.000 orang dan 220 ambulans untuk menolong korban.

Ini bukan kali pertama proses melempar jumrah menelan korban jiwa. Di era 1980an dan 1990an, ratusan jemaah tewas saat melewati terowongan Mina.

Di tahun 2006, kepanikan dalam prosesi ini menewaskan setidaknya 363 jemaah. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya