Berita

denny ja/net

Politik

Puisi Denny JA Kenang Kepergian Bang Buyung

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2015 | 15:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution atau yang akrab disapa Bang Buyung direspon banyak kalangan dengan berbagai cara.
Salah satunya tokoh Indonesia Tanpa Diskriminasi, Denny JA, yang mengungkapkan perasaan dukanya melalui sebuah puisi.

Di mata Denny JA, sosok Bang Buyung merupakan tipe enterpreneur intelektual, yaitu seorang cerdik dan pandai yang berperan sebagai entrepreneur sosial, menjadi aktivis, dan penggerak civil society.

"LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ungkap Denny JA.

"LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ungkap Denny JA.

Atas dasar itu, Denny mengungkapkan kesedihannya kepada pejuang hukum Indonesia itu dalam sebuah puisi.

Berikut puisi lengkap Denny JA:

Selamat Jalan Bung!

*Kepada Buyung Nasution

Bung,
Bukan kepergianmu benar yang membuat kami sedih
Karena semangat juangmu tetap hidup bersama kami

Bukan kepergianmu benar yang membuat kami terpaku
Karena gagasanmu dan gagasan kami sudah menyatu

Kami sedih
Karena negeri yang kau tinggalkan
Belum sepenuhnya tercerahkan

Kami sedih
Karena korupsi masih merajalela
Diskriminasi masih kentara
Kemiskinan masih banyak di desa dan di kota
Sementara banyak lembaga negara
masih tak amanah mengelola kuasa

(Demikianlah para aktivis berpidato
Mengenang si Abang yang hero
Sementara Nina duduk termangu
Baginya si Abang bukan semua itu

Baginya, si Abang adalah guru
yang membimbingnya selalu
Sejak ia masih lugu
Hingga kini ia tumbuh sebagai suhu

Dari si Abang ia belajar berani bersuara
Dari si Abang ia belajar berpihak)

Nina terus memandang wajah si Abang
Yang sudah kaku terdiam
Sambil dibisikkannya salam:
"Selamat jalan Bang Buyung
Kami teruskan perjuanganmu
yang belum selesai"

(Jakarta, 23 Sept 2015 Denny JA).
[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya