Berita

bambang sadono/net

Kehilangan Eksistensi, UU MD3 Perlu Direvitalisasi

SELASA, 22 SEPTEMBER 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gagasan yang mengatur MPR, DPR, dan DPD dengan UU terpisah sudah diamanatkan dalam UUD NRI Tahun 1945. Amanat itu seperti diatur pada Pasal 2, Pasal 19, dan Pasal 22.

Begitu kata Ketua Badan Pengkajian MPR, Bambang Sadono di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Nusa Cendana dalam sebuah Seminar Nasional yang bertema "Urgensi Pembentukan UU tentang MPR, DPR, dan DPD yang Diatur Secara Terpisah" di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/9).

Bambang menjelaskan frasa 'dengan' pada UUD itu menunjukkan bahwa ketiga lembaga negara tersebut harus diatur dengan UU terpisah. Lain dengan frasa 'dalam' yang bisa saja cukup dibuatkan dalam sebuah UU apa saja.


Dengan pengertian demikian maka menurut Bambang, MPR, DPR, dan DPD, bukan disatukan dalam satu UU sebagaimana diatur bersama dalam UU MD3.

"Dengan demikian UU MD3 sudah kehilangan eksistensi sehingga perlu direvitalisasi," ujarnya.

Dijelaskan Bambang bagwa saat ini DPRD sudah diatur terpisah, termasuk pemerintah daerah yang juga sudah diatur dalam UU tersendiri.

Dalam seminar itu, Bambang menjelaskan bahwa Badan Pengkajian MPR tengah roadshow ke seluruh Indonesia untuk berdiskusi dengan segenap komponen masyarakat. Tujuannya, untuk mendapat masukan karena apapun yang diputuskan MPR harus layak secara akademis dan bisa diterima secara politis.

"Badan pengkajian mempunyai tugas menyerap aspirasi dan memutuskan," tandasnya sebagaimana keterangan tertulis dari MPR. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya