Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Gaji Besar Tak Menjamin Presiden Terhindar Korupsi

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2015 | 03:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri seperti tidak peka dengan penderitaan rakyat miskin, pengangguran yang merajalela, dan biaya hidup yang mahal.

Hal ini lantaran Mega membiarkan kadernya, yang juga Ketua DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, mengeluarkan usul kenaikan gaji presiden.

Begitu kata putri pendiri bangsa Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 18/9).


"Di tengah-tengah kesulitan hidup malah bicara gaji naik! Justru jika perlu presiden sumbangkan gajinya!" seru pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno itu.

Menurutnya, jika alasan gaji presiden harus naik adalah untuk menghindari korupsi, maka asumsi itu salah besar. Perilaku korupsi, menurutnya, terjadi karena korupsi inherent dengan sistem kapitalisme. Tidak hanya itu, faktor hawa nafsu dan exploitasi materialisme juga sangat dominan mempengaruhi orang untuk korupsi.

"Jadi tidak ada hubungannya gaji besar menjamin tidak ada korupsi," tandas Mbak Rachma, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Trimedya Panjaitan mengusulkan agar presiden digaji paling sedikit Rp 200 juta per bulan. Besaran gaji itu, menurutnya, sesuai dengan tanggung jawab dan kompleksitas masalah.

"Kalau dilihat tanggung jawab, kompleksitas masalah, dan beban kerja sebagai presiden, gaji sebesar Rp 200 juta sudah wajar," Sekarang kan sekitar Rp 62 juta. Paling enggak Rp 200 juta, tapi mampu enggak negara?"[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya