Berita

FOTO:Penum Puspen TNI

Yonif 400/Raider Amankan 1 Kg Ganja di Keerom

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 12:13 WIB | LAPORAN:

Prajurit TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 400/Raider yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan antara Republik Indonesia dan Papua Nugini RI-PNG) mengamankan narkoba jenis ganja seberat 1 kilogram (kg) saat operasi Sweeping Darat di Kabupaten Keeroom, Papua, kemarin (Minggu, 13/9).
 
Pelaksanaan Sweeping Darat yang dipimpin oleh Letda Inf A.R. Siregar itu dimulai pukul 08.00-10.00 WIT, dengan sasaran masyarakat yang berkendara dan melewati depan pos jajaran Satgas Yonif 400/Raider. Satu per satu kendaraan dihentikan dan dengan sopan prajurit Satgas Yonif 400/Raider menjelaskan adanya sweeping. Masyarakat pun dengan senang hati menunjukkan surat-surat kendaraan, kartu identitas dan mengijinkan prajurit Satgas untuk memeriksa barang bawaan mereka. Bagi kendaraan dan masyarakat yang sudah diperiksa dan didapati tidak membawa barang-barang illegal diizinkan melanjutkan perjalanan.

Secara keseluruhan Sweeping Darat di bawah pimpinan Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi selaku Dansatgas terlaksana lancar dan aman. Namun dari laporan Pos Ampas dan Pos Kalipao di daerah Keerom, ada temuan ganja saat petugas memeriksa pengendara motor Yamaha Vixon berinisial FY dan AD. Kedua pemuda ini berstatus mahasiswa. Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi keduanya dalam pengaruh minuman keras.
 

 
Hasil pemeriksaan ditemukan delapan bungkus besar ganja yang disimpan di bawah jok motor dan dua paket kecil disimpan di dalam saku jaket. Keduanya langsung diamankan di pos dan kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu juga disita uang senilai Rp 85 ribu, enam bungkus kondom, dua unit ponsel, satu buah noken dan satu buah ransel.

Keterangan dari keduanya bahwa barang haram tersebut dibeli dari seseorang berinisial M di Kampung Bompay Distrik Senggi, Keerom. Ganja itu rencananya akan dibawa menuju Sentani, Kabupaten Jayapura untuk dijual kembali.

Petugas juga menemukan dua bungkus ganja yang dibawa seorang pengendara motor Honda Beat warna putih berinisial ER. Ganja itu disimpan di dalam tas. Selain itu juga ditemukan satu buah sangkur AK-47 di dalam jok motor. Bersama barang bukti tersebut juga disita dua unit ponsel dan kartu identitas pelaku. Pengakuan pelaku yang keseharian berprofesi sebagai pengawas pembangunan jembatan ini,  ganja yang diperoleh dari temannya berinisial G dan akan digunakan sendiri selama berada di tempat kerjanya Kampung Yabanda. Sementara sangkut yang dibawa untuk membela diri.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Letkol Inf Heri Bmemerintahkan semua jajaran posnya memperketat pelaksanaan kegiatan Sweeping Darat mengingatwilayah Kabupaten Keerom yaitu Senggi, Waris Wutung dan Komratoro merupakan empat daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Letak geogratif ini seringkali dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal baik bisnis kayu, miras sampai penyelundupan narkotika,

"Sudah kewajiban kita untuk mengamankan daerah perbatasan RI-PNG dari hal-hal yang demikian agar tidak terjadi dampak yang buruk terhadap negara kita, khususnya bagi warga Papua," tegasnya.
 
Lebih lanjut Letkol Inf Heri Bambang menyatakan bahwa peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang dewasa ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat di Indonesia, begitu juga di Papua. Bahkan yang sangat memprihatinkan peredaran narkotika jenis ganja sudah menyentuh sampai ke generasi muda, termasuk yang masih duduk di bangku sekolah.

"Fenomena ini membuat Pemerintah Kabupaten Keerom memberi perhatian khusus dengan menjalin kerjasama baik dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Keerom dan juga termasuk Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider yang bertugas di wilayah Kabupaten Keerom," katanya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya