Berita

Nusantara

Ternyata, Tuhan Lebih Tua Tiga Tahun dari Saiton

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015 | 14:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beredarnya kabar salah satu warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Saiton membuat heboh dan menjadi perbincangan masyarakat Indonesia.

Saiton merupakan warga Perumahan Taman Mekarsari Blok D2 Desa Sugirawas Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarami Palembang, Sumsel. Pria kelahiran Paldas Banyuasin, 10 Febuari 1976 memang lahir dengan nama singkat dan unik yang merupakan pemberian kedua orang tuanya, Cik Nang dan Saimubah.

Namun, hal ini ternyata belum diketahui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang. Menurut Kepala Disdukcapil Palembang, Ali Sobri, hingga detik ini tidak ada nama warga Palembang yang tercatat di datanya dengan nama Saiton.


"Kalau di Palembang, sampai kemarin belum ada nama warga yang dimaksud (Saiton). Baik di akte kelahiran, akte keluarga atau KTP (Kartu Tanda Penduduk). Malah saya belum terdengar. Memang ada bahasa Komering Syaiton berarti setan, tapi kalau nama personal warga Palembang sepertinya tidak ada," kata dia seperti diberitakan RMOLSumsel, Kamis (27/8).

Saiton semakin terkenal karena sebelumnya ada seorang warga asal Banyuwangi bernama Tuhan yang menghebohkan publik.

Di media sosial seperti Twitter, beredar KTP yang dikeluarkan pada tanggal 7 Oktober 2012 dan habis masa berlakunya pada 30 Juni 2017. Tuhan saat ini bekerja sebagai wiraswasta.

Disebut Tuhan karena nama tersebut sesuai dengan yang tertulis di kartu tanda penduduk (KTP). Identitas tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam KTP tersebut tercatat Tuhan adalah Warga Dusun Krajan, Desa Klincing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi RT 001/002. Tuhan dilahirkan pada 30 Juni 1973 dan merupakan penduduk asli Banyuwangi.

Ini berarti Tuhan memiliki berumur lebih tua tiga tahun dari Saiton. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya