Berita

roy suryo/net

Olahraga

Menpora Imam: Roy Suryo Kemana Saja Kemarin-kemarin

SABTU, 04 JULI 2015 | 09:43 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyesalkan pernyataan pakar telematika yang juga mantan Menpora Roy Suryo terkait pengaturan skor timnas U-23 di SEA Games 2015 Singapura.

Roy Suryo telah membeberkan rekaman percakapan yang dilakukan seseorang berinisial BS dengan bandar asal Malaysia dilakukan di lantai tiga kantor Kemenpora. Bahkan Roy mengungkap kalau rekaman tersebut hanya dibuat-buat.

Menpora Imam Nahrawi menilai Roy Suryo tak memiliki itikad baik untuk memberantas mafia bola di Tanah Air. Justru Roy dianggap mencari panggung untuk kembali mendongkrak popularitasnya setelah tak memiliki jabatan apapun.


"Lagi cari panggung dia. Kalau ada kemampuan seperti itu, harusnya dari dulu mafia sepak bola terungkap. Ke mana saja kemarin-kemarin," ujar Imam Nahrawi di Jakarta, Jumat (3/7).

Lebih lanjut, menteri yang akrab disapa Cak Imam itu meminta agar Roy Suryo membuktikan ucapannya.

"Dia harus bertanggungjawab kalau tidak bisa buktikan. Saya dorong investigasi dilakukan," tegasnya.

Di sisi lain, Menpora Imam menyindir Roy telah memprovokasi kemelut sepakbola antara PSSI dengan pemerintah. Padahal sebagai mantan Menpora, semestinya Roy Suryo membantu pemerintah mengungkap mafia-mafia kakap.

"Saya minta ke Bapak Roy jangan mau menari di gendang orang lain. Masa orang lain main gendang dia ikutan joget segala," ketusnya.

Cak Imam juga mempertanyakan statament Roy yang menyebut percakapan dalam rekaman dilakukan di kantor Kemenpora. Hal ini sekaligus meluruskan pernyataan Sekretaris Menpora Alfitra Salamm yang sebelumnya membenarkan percakapan BS dilakukan di kantornya.

"Bahwa tidak benar sama sekali itu dilakukan di kantor Kemenpora. Bahwa ada seseorang yang biasa mengatur skor dan memperdengarkan itu biasa saja. Sejak Tim Sembilan baru dibentuk, itu sudah terjadi," terangnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya