Berita

Eugenie Bouchard/net

Olahraga

Bouchard Depak Pelatih, Halep Ogah Pulang Kampung

Tersingkir dari Wimbledon
KAMIS, 02 JULI 2015 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Nama besar dan berada di jajaran papan atas dunia ternyata tidak menjamin petenis papan atas ber­tahan di ajang Wimbledon. Seperti yang dialami Eugenie Bouchard.

Petenis muda asal Kanada itu akan memecat pelatihnya usai ters­ingkir di laga perdana Wilbledon 2015. Sedangkan, Simona Halep ogah pulang kampung lantaran malu kalah di babak pertama.

Bouchard harus angkat koper lebih awal setelah dijungkalkan petenis non unggulan asal China, Duan Ying Ying. Petenis per­ingkat 11 dunia dipermalukan petenis 117 dunia.


Melihat prestasi dan peringkat itu, Bouchard tentu lebih diung­gulkan. Tapi, nyatanya finalis Wimbledon 2014 itu justru ters­ingkir di babak pertama setelah kalah 6-7 (3/7), 4-6 pada pertand­ingan yang digelar di lapangan 1 All England Lawn Tennis and Croquet Club, kemarin.

Bagi Bouchard, ini bukan han­ya sebuah kekalahan menohok di ajang sekaliber Wimbledon. Namun kekalahan tersebut me­negaskan rekor buruk permain­annya dalam beberapa pertandingan terakhir. Pasalnya, ini merupakan kekalahan ke-12 dari 14 pertandingan terakhirnya, dan akan membuatnya terlempar dari 20 besar peringkat dunia.

Petenis 21 tahun mengakui dirinya bermain menentang saran medis setelah menderita robek otot perut tingkat dua di Eastbourne pekan lalu. "Mungkin akan men­jadi langkah cerdas untuk tidak bermain di sini, namun saya tidak dapat melewatkan Wimbledon. Maka saya memaksa melakukan persiapan yang sangat minimal," kata Bouchard, seperti dikutip Reuters, kemarin.

Namun di luar hal itu, Bouchard mengirim sinyal akan mengganti pelatihnya, Sam Sumyk, yang gagal mengeluarkan dia dari kekalahan ke-12 dalam 14 pertandingan terakhirnya. "Mungkin mengganti pelatih itu harus segera dilakukan," kata Bouchard saat ditanya apakah dia akan mengganti pelatihnya.

Di turnamen bergengsi ini, Bouchard hampir saja terkena sanksi karena tidak mengikuti aturan yang berlaku. Salah satu yang paling mencolok ialah keharu­san menggunakan pakaian serba putih. Tidak hanya baju, celana atau rok, dan sepatu, pihak panitia juga mewajibkan petenis mengenakan pakaian dalam berwarna putih. Mereka hanya memberikan toler­ansi 1 cm untuk warna lain (selain merk) di pakaian petenis.

Tapi Bouchard melanggar aturan tersebut. Dia menggunakan bra putih dengan tali berwarna hitam. Inilah yang jadi masalah bagi Bouchard.

Umpire pertandingan Louise Engzell yang melihat hal itu langsung menghubungi wasit turnamen yang kemudian menginterogasi Bouchard di lapangan. Setelah beberapa me­nit berbincang, Bouchard bisa melanjutkan pertandingan tanpa harus membuka atau mengganti tali bra-nya.

Sayangnya, meski lolos dari sanksi, Bouchard tak mampu selamat dari tersingkir dini. Petenis nomor 12 dunia ini diluar dugaan harus angkat koper usai takluk 7-6 (7-3), 6-4. "Saya tidak tahu semua aturan itu. Lagipula, tidak ada yang mengatakan ke­pada saya tentang bra yang saya kenakan," kata Bouchard kepada Sportsmail usai laga.

Sementara, Simona Halep har­us menanggung malu usai dika­lahkan petenis muda Slovakia, Jana Cepelova dengan kekala­han 7-5, 4-6, dan 3-6. Prestasi itu mengulang catatan buruk petenis 23 tahun di Wimbledon pada 2012 lalu.

Sadar kekalahannya di babak pertama Wimbledon 2015 sangat ironi sebab peringkat lawan jauh di bawahnya. Untuk menghindari stigma negatif masyarakat, petenis peringkat tiga dunia itu mengaku enggan langsung pulang ke tanah kelahirannya, Rumania. "Sulit un­tuk kembali ke Rumania saat ini. Sekarang saya ingin pergi berlibur. Saya ingin pergi," kata Halep, sep­erti dikutip The Telegraph.

Cepelova yang punya pering­kat 199 dunia, bisa diibaratkan seperti langit dan bumi dengan Halep. Di usia yang hampir sama, Cepelova belum pernah membuat kejutan di turnamen besar daripada Halep yang sudah mencapai final Prancis Terbuka tahun lalu dan membawanya ke posisi tiga besar dunia saat ini.

Beda dengan dua petenis cantik itu, Caroline Wozniacki berhasil memastikan tempat di babak kedua usai mengalahkan petenis China, Saisai Zheng dua set langsung 7-5,6-0. Selanjutnya, Wozniacki akan melawan Denisa Allertova (Ceko) di babak kedua. Petenis 22 tahun itu mengantongi tiket babak kedua usai memulangkan rekan senegaranya, Katerina Siniakova 2-6, 6-4, 3-6. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya