Berita

Herry Kiswanto/net

Olahraga

Herry Kiswanto Heran Manajer PSS Sleman Lolos dari Hukuman

SENIN, 08 JUNI 2015 | 08:23 WIB | LAPORAN:

Mantan pemain dan pelatih Timnas sepakbola Indonesia, Herry Kiswanto mengaku masih tidak terima atas hukuman larangan berkecimpung di sepakbola seumur hidup, akibat tragedi sepakbola 'gajah', setahun lalu.

"Hukuman itu sama sekali tidak adil, karena saya tidak tahu-menahu soal pengaturan skor itu," katanya saat ditemui di sela silaturrahim mantan pemain Timnas di Bintaro, baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, Herry yang selama 17 tahun karirnya sebagai pemain hanya sekali terkena kartu kuning, justru disanksi berat atas kasus sepakbola gajah.


"Sebagai seorang pelatih saya tidak pernah meminta pemain 'mengalah'," tegasnya.  

Saat laga PSS Sleman yang dilatihnya melawan PSIS di Divisi Utama dia juga seperti biasa mendorong timnya bermain dan tak ada tim yang ditakuti. Para pemain memang diakui tidak bermain sewajarnya.

"Saya tinggal untuk shalat, kejadian gol-gol aneh ramai terdengar," kenangnya.

Ujung-ujungnya, hasil penyelidikan memberinya sanksi seumur hidup, begitu juga beberapa pemain timnya dan juga pemain dan official tim PSIS yang dihukum berbeda-beda. Yang mengherankan manajer PSS Sleman saat itu lolos dari hukuman.

"Ada apa sebetulnya. Mengapa orang yang seharusnya bertanggung jawab justru lepas," katanya, mempertanyakan.

Menurut pemain yang sempat membawa Timnas memperoleh medali emas sepakbola pada 1997 dan empat besar Asian Games itu, Komdis PSSI di bawah Hinca Panjaitan tidak adil. Seharusnya penyelidikan hingga tuntas. Bahkan saat itu Hinca berjanji akan menindak pelaku di balik layar tpi sampai saat ini tidak ada hasilnya.

"Tapi saya tidak ingin memfitnah, siapa bermain karena saya memang tidak tahu," ungkapnya.

"Tapi saya yakin, dengan penyelidikan tuntas pihak kepolisian, mestinya bisa ditemukan siapa sebenarnya di belakang peristiwa itu," cetusnya.

Sampai sekarang pun tambahnya, dirinya ingin terus mencari keadilan. Karena diakui, hukuman ini dirasakannya terlalu berat.

"Saya pernah bertemu Ricky Yakobi sebagai anggota Tim 9 Kemenpora, " katanya.

Dia juga ingin berbicara langsung dengan Ketua Umum PSSI dengan posisi sama-sama tidak dipengaruhi pihak-pihak ketiga. Katanya, dia ingin menjelaskan semuanya dengan tuntas. Meskipun merasa tidak mendapat keadilan, Herkis mengaku ikut prihatin dengan nasib sepakbola Indonesia saat ini.

"Saya berharap, baik Menpora maupun PSSI duduk bersama menuntaskan masalah yang ada," katanya.

Sebab kondisi sepakbola Indonesia semakin sulit dengan sanksi yang ada, baik dari FIFA maupun pemerintah. Tentu saja dia juga mengajak semua pihak di sepakbola nasional jangan lagi terjadi hal-hal seperti pengaturan skor, dan lain sebagainya.

"Semua hal termasuk penyelenggaraan kompetisi memang harus lebih ditekankan perbaikan menyeluruh," ujarnya.

Sebab sebagai pelatih dia juga menemukan, di satu daerah, ada tim yang tidak boleh kalah.

"Ada ancaman terhadap inspektur pertandingan dan sebagainya," katanya.

Herry juga berharap, hukumannya bisa ditinjau kembali.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya