Berita

mahyudin/net

Politik

Perbaiki Citra DPR Pemalas, Mahyudin Usulkan Ini

KAMIS, 04 JUNI 2015 | 09:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak benar jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan lembaga negara berkinerja paling buruk. Kinerja DPR sesungguhnya sudah cukup bagus, hanya saja ada beberapa mekanisme yang harus diperbaiki agar citra baik DPR bisa lebih diangkat ke publik.

Begitu dalil Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat ditemui di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

"Kenapa citranya jelek? Seharusnya DPR membuat penataan lebih baik. Seperti masalah bangku kosong di rapat paripurna," ujarnya.


Menurutnya, jika agenda sidang tidak terlalu urgent maka tidak perlu diparipurnakan. Hal ini, lanjut Mahyudin, bertujuan untuk meminimalisir bangku kosong paripurna yang acapkali dipersepsikan ke publik sebagai dewan pemalas.

"Kalau tidak urgent untuk diparipurnakan maka tidak usah diparipurnakan. Sidang paripurna itu tidak akan penuh kalau tidak sesuai keperluan. Tapi kalau keperluannya urgent, pasti penuh untuk datang membahas," ujarnya.

Ia mencontohkan, penutupan atau pembukaan masa sidang yang saat ini turut diparipurnakan. Menurutnya, sidang itu tidak memiliki urgensi mendesak yang mengharuskan semua anggota dewan hadir.

"Penutupan dan pembukaan massa sidang nggak perlu disidangkan. Apa urgensinya? orang kan malas dengar pidato pimpinan," sambung politisi Golkar itu.

Untuk itu, Mahyudin mengimbau kepada Baleg untuk mampu menentukan sidang-sidang yang penting diparipurnakan agar citra DPR tidak hilang. Selain itu, DPR juga harus punya target menghasilkan UU dalam setahun. Jika ada DPR produktif maka urusan absensi menjadi urutan ke sekian.

"Ini bukan dalam rangka membangun citra DPR, tapi cuma memperlihatkan yang sebenarnya ke publik. DPR kalau rapat sampai malam itu tidak pernah diberitakan lho. Sehingga citra baik itu berlalu gitu aja," tandasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya