Berita

jokowi-jk/net

Jokowi-JK Belum Serius Laksanakan Pancasila dan Trisakti!

SELASA, 02 JUNI 2015 | 06:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Saat kampanye, Joko Widodo-Jusuf Kalla merumuskan problem pokok bangsa Indonesia. Yaitu merosotnya kewibawaan negara; melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional; dan krisis kepribadian bangsa.

Untuk mengatasi problem mendasar tersebut, Jokowi-JK merumuskan bahwa solusi yang tepat adalah meneguhkan kembali ideologi bangsa yang berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti.

"Namun, tujuh bulan menjalankan kekuasaannya, Jokowi-JK belum menunjukan keseriusannya dalam meneguhkan kembali Pancasila dan Trisakti Bung Karno seperti yang dijanjikan pada saat kampanye," kata Ketua Presidium Pengurus Pusat atas Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Lidya Natalia Sartono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 2/6).


Bahkan, lanjutnya, pemerintahan Jokowi-JK cenderung melanjutkan  agenda dari kepemimpinan sebelumnya, yang mendasarkan kebijakannya pada paham neoliberal. Pemerintahan Jokowi-JK sangat bergantung pada modal asing. Jokowi-JK juga mengalihkan tata-niaga sejumlah barang publik, seperti BBM, listrik, gas elpiji, tariftransportasi, dan lain-lain, kepada mekanisme pasar.

"Tidak Cuma itu, pemerintahan Jokowi-JK  dengan khusuknya melanjutkan proyek MP3EI. Hal itu semakin menghilangkan kedaulatan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang  merdeka, semakin jauhnya bangsa Indonesia dari cita-cita kemandirian ekonomi, dan semakin pudarnya kepribadian bangsa, serta semakin biasnya cita-cita pancasila dan UUD 1945, masyarakat yang berkehidupan adil dan makmur," jelas Lidya.

Senin kemarin, bertepatan dengan hari lahirnya pancasila 1 Juni 2015, PMKRI dan elemen gerekan mahasiswa lain yang terdiiri dari Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melaksanakan aksi di berbagai lokasi di Jakarta seperti. Keempat organisasi ini kemudian mengatasnamakan Solidaritas Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI). [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya