Berita

foto:net

Banser Ansor Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perangi Koruptor

SENIN, 01 JUNI 2015 | 23:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) mengajak segenap komponen bangsa untuk selalu memperkokoh spirit nasionalisme, menjaga pluralisme, dan bersama meningkatkan solidaritas kebangsaan. Hal ini penting dilakukan dalam rangka menghadapi tantangan nasional yang berat di masa mendatang.

"Solidaritas kebangsaan atau gotong royong adalah jiwa kita berbangsa yang harus kita jaga bersama dan berbudi luhur adalah martabat kita," tegas Komandan Nasional Banser, Alfa Isnaeni dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Senin, 1/6).

Gotong-royong dan budi luhur, lanjutnya, telah teruji mampu mengalahkan badai yang menerpa bangsa ini. Alfa berharap Hari kesaktian Pancasila kali ini bisa menjadi momentum menyadarkan diri mengenai arti pentingnya selalu menjaga kedaulatan NKRI. Tidak hanya itu, hari lahir Pancasila juga harus menjadi momentum dalam memberantas korupsi sebagai musuh bangsa.


Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan rekomendasi Munas dan Mubes NU di Cirebon. Mubes Cirebon menyatakan tuntutan dan dukungan NU kepada penegak hukum agar terus memberantas korupsi secara adil dan tanpa pandang bulu.

"Bahkan seandainya ada warga NU sendiri yang terkena kasus hukum di KPK, silahkan proses secara jujur dan adil, dan tak perlu ragu. Ansor mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi, secara jujur dan adil, tanpa pandang bulu," tegasnya.

Atas dasar itu, Banser mendukung dan mengingatkan kepada KPK agar sungguh-sungguh berdiri terdepan sebagai alat penegakan keadilan hukum.

"Jangan sampai justru sebagai alat politik atau kepentingan lainnya, sehingga yang benar mau disalahkan, sementara yang nyata jahat dan koruptif, menumpuk kekayaan untuk diri sendiri, malah dilindungi," ujar dia.

Lebih lanjut, Alfa menegaskan bahwa jika ada pihak-pihak yang melawan upaya pemberantasan korupsi ini, maka Banser akan berdiri di garda terdepan untuk membela.

"Karena koruptor adalah pengkhianat bangsa," tegasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya