Berita

Olahraga

UTI Pro Galakkan Pembinaan Taekwondoin Pra Junior

JUMAT, 15 MEI 2015 | 11:10 WIB | LAPORAN:

Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI)/Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) pun mempersiapkan taekwondoin tangguh untuk masa datang. Karena itu, perlu digalakkan pembinaan atlet usia 6-13 tahun.

Demikian dikatakan Pembina (YUTI)/(UTI Pro) Lioe Nam Khiong dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5).

Menurutnya, pembinaan taekwondo  usia 6-13 tahun sesuai dengan amanah UU Sistem  Keolahragaan Nasional nomor 3/2005 pasal 9 yang berbunyi : orang tua mempunyai hak mengarahkan dan membimbing, memantu dan mengawasi serta memperoleh informasi tentang perkembangan olahraga anak. Selain itu, juga karena lahirnya World Children Taekwondo Union (World CTU) pada 2012 di Korea Selatan.


Karena itu saya memandang perlu lahirnya wadah taekwondoin usia 6-13 tahun. Selama ini, pembinaan usia dini belum tertata dengan baik," kata Lioe Nam Khiong.

Sebelum ini Indonesia telah melahirkan juara dunia prayunior yaitu Erviko Endrea Prameswari, yang pernah berlaga di World Children Championship di Sindelfingen Jerman pada Februari 2013 lalu. Tapi itu saja belum cukup.

Karena itu YUTI/UTI Pro perlu mengembangkan Perhimpunan Taekwondo Indonesia Prayunior (Indonesia Children Taekwondo Union). Diharapkan wadah ini dapat terus melahirkan pengganti 'Erviko-Erviko' baru di masa datang.

Lioe menyebutkan, sebagai tindak lanjut pembentukan ICTU akan dilaksanakan seleksi nasional prayunior pada akhir Mei 2015.

"Mereka yang lolos akan menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia  World Children Taekwondo Union 2015 di Korea Selatan bulan Agustus," ujar Lioe yang juga penyandang Pembina Terbaik Anugrah Olahraga Indonesia 2014.

Keberadaan Indonesia Children Taekwondo Union (ICTU), disambut baik mantan taekwondoin nasional Lam Ting dan Juana Wangsa Putri. Menurut kedua legenda taekwondo Indonesia tersebut,  sudah saatnya di Indonesia berdiri wadah atlet Taekwondo usia dini mengingat sistem pertandingannya sangat berbeda dengan kelompok umur junior maupun senior.  

Karena semua sudah dikaji oleh badan dunia taekwondo tersebut yang lebih mengutamakan keselamatan dan pendidikan dalam sistem pembinaannya. "Ini terobosan yang bagus.  Karena itu, ICTU juga harus digalakkan, sesuai Rakernas YUTI/UTI Pro 9-10 Mei lalu," kata Lam Ting.

Sedang Juana mengatakan, Rakernas lalu dibuka oleh Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI)  Noor Aman. Dalam pengarahannya, Noor mengatakan BOPI juga akan dibentuk di tingkat provinsi, selain itu BIP juga mendorong pemerintah agar memfasilitasi atlet pro agar eksis saat berlaga di ajang internasional.

Beliau juga menyebutkan cabang taekwondo di World Taekwondo Federation (WTF) sudah tidak mencantumkan lagi kata amatir di badan itu sejak 10 tahun lalu. Harusnya di Indonesia tidak lagi perlu ada dikotomi antara taekwondo profesional dan amatir. Semuanya kan bertujuan untuk merah putih juga,” jelasnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya