Berita

isis/net

Dunia

Informasi Soal Empat Petinggi ISIS Dihargai Jutaan Dolar AS

RABU, 06 MEI 2015 | 10:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menawarkan imbalan jutaan dolar AS bagi siapapun yang bisa memberikan informasi valid terkait dengan empat orang pimpinan utama kelompok militan ISIS.

Keempat pimpinan ISIS yang dimaksud adalah Abd al-Rahman Mustafa al-Qaduli, Abu Mohammed al-Adnani, Tarkhan Tayumurazovich Batirashvili, dan Tariq Bin-al-Tahar Bin al Falih al-'Awni al-Harzi.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan imbalan hingga 7 juta dolar AS bagi siapapun yang bisa memberikan informasi terkait dengan Qaduli yang digambarkan sebagai pimpinan paling senior ISIS. Sebelum bergabung dengan ISIS, Qaduli disebut-sebut sempat bergabung dengan afiliasi al-Qaeda di Irak.


Sementara itu, Amerika Serikat juga menawarkan imbalan masing-masing 5 juta dolar AS untuk informasi terkait Adnani dan Batirashvili, dan 3 juta dolar AS untuk Harzi.

Seperti dimuat BBC (Rabu, 6/5) menggambarkan Adnani sebagai seorang pejabat sekaligus juru bicara ISIS sedangkan Batirashvili merupakan komandan medan perang ISIS di Suriah utara dan Harzi sebagai kepala pembom bunuh diri ISIS.

Keempat petinggi ISIS itu masuk dalam daftar Rewards for Justice Program yang tengah dicanangkan oleh Amerika Serikat.

Dalam program yang sama, negeri Paman Sam juga menawarkan imbalan untuk informasi terkait sejumlah sosok lainnya. Di antaranya adalah Ayman al-Zawahiri. Setiap informasi valid terkait dengan pemimpin Al-Qaeda pengganti Osama Bin Laden sejak Juni 2011 lalu itu akan diganjar imbalan senilai 25 juta dolar AS.

Selain itu, program yang sama juga menawarkan hingga 10 juta dolar AS bagi informasi terkait dengan sosok utama pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya