Berita

Olahraga

Pak Menpora, Ancaman Sanksi FIFA Sudah di Depan Mata

SELASA, 05 MEI 2015 | 17:38 WIB | LAPORAN:

Mantan anggota Komite Etik FIFA, Dali Tahir memprediksikan setelah Kongres FIFA yang dilaksanakan tanggal 29 Mei nanti, sanksi akan dijatuhkan kepada Indonesia berkaitan dengan polemik yang sedang melanda persepakbolaan nasional.

"FIFA belum menjatuhkan sanksi kepada Indonesia karena memang kita masih dibutuhkan di Kongres nanti," ujar Dali saat dihubungi Selasa (5/5).

Menurut Dali, FIFA pasti tidak akan mentolerir atas apa yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi saat ini. Sikap Menpora itu lanjut Dali, merupakan pemerkosaan terhadap Federasi Sepakbola Indonesia.


"Keputusan Menpora yang akan mengambil alih kompetisi itu sama saja menghancurkan sepakbola Indonesia," jelas Dali yang juga mantan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri PSSI ini.

Untuk itulah dia menyarankan kepada Menpora agar tidak meneruskannya. Siapapun itu, lanjut dia, tidak diperbolehkan campur tangan terhadap Federasi Sepakbolanya dan itu sesuai dengan statuta FIFA. FIFA memiliki 252 anggota, lebih besar dari anggota PBB, dan semua anggota mematuhinya.

Mantan Chairman Brisbane Roar ini menekankan, yuridiksi FIFA sudah final dan tidak boleh di tawar-tawar lagi oleh anggota di seluruh dunia yang sudah mengadopsinya.

"Ada baiknya pak Menteri pertimbangkan lagi untuk mengambil alih kompetisi di Indonesia. Cara-cara yang anda lakukan adalah di luar aturan global," tegasnya.

Sebaiknya Menpora menyelesaikan masalah ini dengan cara arif dan bijaksana karena banyak dampak yang terjadi bila hal itu dilakukan.

"Kalaupun ada persoalan di luar sepakbola lebih baik diselesaikan di luar bahasa bola," harapnya.

Urusan sepakbola lebih baik diselesaikan oleh orang-orang bola. Pemerintah dalam hal ini, hemat dia, cukup sebagai pendukung saja dan tidak perlu masuk terlalu dalam.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya