Berita

ilustrasi tawanan boko haram/net

Dunia

Boko Haram Tak Segan-segan Rajam Para Tawanan

SENIN, 04 MEI 2015 | 13:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah wanita yang berhasil bebas dari tangan kelompok militan Boko Haram di Nigeria menceritakan apa yang mereka lihat selama menjadi tawanan.

Seperti dimuat BBC, sejumlah wanita menjelaskan bahwa militan Boko Haram tidak segan-segan untuk melempari tahanan dengan batu hingga tewas bila mencoba melarikan diri,

Bahkan sejumlah wanita pun menyebut bahwa tak jarang Boko Haram membunuh tawanan dengan cara dirajam.


Para militan Boko Haram biasanya membunuh pria dewasa dan anak laki-laki di depan keluarganya sebelum akhirnya membawa pergi wanita dan anak perempuan. Para perempuan tersebut dipaksa untuk menikah dengan militan Boko Haram.

Lebih dari itu, para tawanan wanita yang berhasil selamat tersebut juga menuturkan bahwa militan Boko Haram tidak pernah membiarkan pandangan mereka luput dari tawanan bahwa bila tawanan tersebut ke toilet.

"Mereka tidak membiarkan kita untuk bergerak satu inci pun," kata salah seorang wanita yang selamat Asabe Umaru.

Sementara itu wanita lainnya menjelaskan bahwa mereka hanya diberi makan satu kali sehari.

"Kami hanya diberi makan jagung kering tanah di sore hari. Itu tidak baik untuk konsumsi manusia," kata Cecilia Abel.

Perlu diketahui, pihak keamanan Nigeria berhasil menyelamatkan lebih dari 700 wanita dan anak-anak dari tahanan Boko Haram selama satu minggu terakhir dalam sebuah operasi besar-besaran di hutan Sambisa. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya