Berita

ilustrasi/net

Dunia

Pasca Gempa, Wanita Nepal Ini Terpaksa Melahirkan di Lapangan

SABTU, 02 MEI 2015 | 13:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah penaganan bencana gempa di Nepal, seorang ibu terpaksa melahirkan di lapangan sebuah rumah sakit pada Jumat (1/5).

Sang ibu yang bernama Lata Chand itu diketahui merupakan salah satu warga Nepal yang rumahnya rusak saat gempa berkekuatan 7.9 skala richter mengguncang pekan lalu. Gempa juga menghancurkan rumah sakit di dekat kediaman mereka.

Selang seminggu pasca gempa, Lata yang tengah hamil tua itu pun melahirkan bayi di salah satu lapangan di mana tenda darurat rumah sakit didirikan oleh militer Israel.


Dengan bantuan medis setempat, ibu muda beusia 19 tahun itu pun akhirnya berhasil melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat.

"Ketika gempa terjadi, aku berpikir, Apakah kita akan bertahan? Karena sebagian besar ibu hamil mengalami keguguran bayi mereka," kata Lata seperti dimuat Associated Press.

Sementara sang bidan yang membantu kelahiran, Dganit Gery, mengatakan bahwa ia berharap bahwa kelahiran bayinya itu bisa menjadi simbol bahwa masih ada harapan masa depan bagi Nepal. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya