Berita

Dunia

Tiongkok Izinkan AS Gunakan Fasilitas Sipil di Laut China Selatan

JUMAT, 01 MEI 2015 | 14:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat dan negara lain dipersilakan untuk menggunakan fasilitas sipil Tiongkok yang sedang dibangun di wilayah Laut China Selatan dalam kondisi yang tepat. Ijin itu diberikan untuk tujuan pencarian dan penyelamatan serta prakiraan cuaca.

Begitu kata Kepala Angkatan Laut Tingkok Wu Shengli kepada Kepala Operasi Kelautan Amerika Serikat Jonathan Greenert dalam teleconference yang digelar pada Kamis (30/4) seperti dimuat Reuters.

Wu menjelaskan bahwa pembangunan yang tengah dilakukan di Laut China Selatan tidak akan mempengaruhi kebebasan navigasi atau overflight.


"Sebaliknya, hal itu justru akan meningkatkan kemampuan di laut ini untuk pelayanan publiks eperti prakiraan cuaca dan pencarian serta penyelamatan maritim, memenuhi kewajiban internasional untuk menjaga keamanan laut internasional," kata Wu dalam sebuah pernyataan.

"(Kami) menyambut organisasi internasional, Amerika Serikat dan negara-negara yang relevan untuk menggunakan fasilitas ini di masa depan dalam kondisi yang tepat, untuk menjalin kerjasama pada pencarian dan penyelamatan kemanusiaan dan bantuan bencana," tambah Wu.

Perlu diketahui, Tiongkok mengklaim kepemilikan 90 persen wilayah Laut China Selatan yang kaya akan minyak dan gas. Selama beberapa dekade, Tiongkok berselisih klaim dengan sejumlah negara tetangga terkait kepemilikan Laut China Selatan itu seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.

Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa Tiongkok telah membuat kemajuan pesat dalam membangun sebuah landasan udara yang juga bisa dipergunakan untuk kepentingan militer di Kepulauan Spratly yang disengketakan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya