Berita

DPR Sorot Calon Deputi Gubernur BI yang Terlibat Century

SENIN, 20 APRIL 2015 | 17:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Satu dari tiga nama calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI) yang ikut fit and proper test disorot karena terlibat kasus bailout Bank Century. Dia adalah Dody Budi Waluyo.

Anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun mengatakan dalam fit and proper test pihaknya akan menyorot keterlibatan Dody dalam kasus bailout Rp 6,7 triliun yang melibatkan mantan Wapres Boediono itu.

"Perlu penjelasan dari calon Dody dalam proses pencairan FPJP," kata Misbakhun kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 20/4).


Dari catatan redaksi, Dody Budi Waluyo antara lain pernah menjalani pemeriksaan KPK pada 4 Juni 2013 sebagai saksi terkait kasus Century.

Usai menjalani pemeriksaan ketika itu, Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI enggan memberi penjelasan terkait pemeriksaannya kepada media.

Dody Waluyo adalah orang yang menerima surat kuasa nomor 10/Sr.Ka/GBI Tanggal 14 November 2008 dari Boediono yang ketika itu menjabat Gubernur BI.

Dengan surat kuasa tersebut, FPJP tahap pertama sebesar Rp 502,7 miliar untuk Bank Century dicairkan pada 14 November 2008, pukul 20.43 WIB.

Dalam dokumen tertanggal 14 November 2008 diketahui bahwa selain kepada Kepala Biro Operasi Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Boediono juga memberi kuasa kepada dua anak buahnya yang lain untuk menandatangani akte perjanjian pemberian FPJP ke Bank Century. Mereka adalah Eddy Sulaeman Yusuf slaku Direktur Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, dan Sugeng yang menjabat Kepala Biro Pengembangan dan Pengaturan Pengelolaan Moneter Bank Indonesia[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya