ilustrasi dokdo/net
ilustrasi dokdo/net
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataan menyebut bahwa persetujuan buku itu merupakan bentuk lain provokasi yang mendistorsi, mengurangi, dan menghilangkan fakta sejarah untuk memperkuat klaim atas Dokdo.
"Pemerintah Jepang dengan efeknya menyebut bahwa akan mengulangi kesalahannya di masa lalu ketika menyuntukkan pandangan sejarah terdistorsi dalam klaim teritorial," kata pernyataan tersebut.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23