Berita

obama/net

Dunia

Kesepakatan Nuklir dengan P5+1 Tak Berarti Pengakuan Iran atas Israel

SELASA, 07 APRIL 2015 | 10:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan bahwa kesepakatan nuklir yang dijalin antara Iran dan enam negara kekuatan dunia mengabaikan tuntutan Israel bahwa kesepakatan itu harus sejalan dengan pengakuan Tehran atas Israel.

"Gagasan bahwa kita akan mengkondisikan Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir dalam kesepakatan yang diverifikasi dengan pengakuan Iran atas Israel sama dengan menyebut bahwa kita tidak akan menandatangani kesepakatan kecuali rezim Iran bertransformasi sepenuhnya," kata Obama dalam sebuah wawancara dengan National Public Radio (NPR) seperti dimuat Reuters (Senin, 6/4).

"Artinya, saya pikir, salah perhitungan yang fundamental," tambahnya.


Perlu diketahui, Iran dan enam negara kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, Tiongkok, dan Rusia atau yang dikenal juga dengan istilah P5+1 berhasil menemukan kata sepakat terkait nuklir setelah menggelar pertemuan selama delapan hari di Lausanne Swiss pekan lalu.

Berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan mengurangi kapasitas pengayaan uranium. Sebagai balasannya, Iran akan mendapatkan imbalan berupa pencabutan sanksi.

Setelah kesepakatan awal tersebut, Iran dan enam negara kekuatan dunia akan menyusun kesepakatan nuklir yang komprehensif pada tanggal 30 Juni mendatang. Namun demikian, dalam kesepakatan itu tidak memuata danya pengakuan Iran atas Israel. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya