Berita

ilustrasi/net

Dunia

Foto Penodongan Dihapus, Turki Cabut Pembatasan Akses ke Facebook dan Twitter

SELASA, 07 APRIL 2015 | 08:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Turki mencabut pembatasan akses ke sosial media, yakni twitter dan facebook, setelah sebuah foto kontroversial dihapus.

Sebelumnya diketahui, facebook dan twitter di-block di Turki setelah sebuah foto yang menunjukkan seorang jaksa ditahan dengan kepala ditodong senjata api oleh dua orang sejata. Kedua penodong itu diketahui merupakan loyalis kelompok sayap kiri yang menyandera seorang jaksa dari pengadilan Istanbul pekan lalu bernama Mehmet Selim Kiraz. Namun demikian, ketiganya tewas dalam upaya penyelamatan polisi.

Kiraz sendiri disandera karena ia melakukan investigasi pada kasus pembunuhan seorang anak laki-laki pada tahun 2013 lalu yang terjadi di tengah protes anti pemerintah.


Foto penodongan jaksa itu kemudian tersebar luas di media sosial facebook dan twitter. Menindak lanjuti hal tersebut, pemerintah Turki segera memblokir akses ke dua sosial media ternama itu. Pasalnya, penyebaran gambar tersebut dinilai sebagai bantuk propaganda anti pemerintah.

Seperti dimuat BBC, sebelum memblokir akses ke facebook dan twitter, pemerintah Turki juga telah menyerukan kepada surat kabar setempat utuk berhenti memuat foto tersebut. Bukan hanya itu, Turki juga memblokir sekitar 166 situs yang berbagi foto tersebut.

Ini bukan kali pertama Turki memblokir akses ke sosial media. Sebelumnya, pada tahun 2014 lalu pemerintah Turki juga sempat memblokir akses ke sosial media setelah sebuah rekaman yang diduga mengungkapkan korupsi di kalangan pejabat senior tersebar. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya