Berita

Dunia

Pejabat Tiongkok: Kuil di Tibet Harus Jadi Pusat Propaganda

JUMAT, 03 APRIL 2015 | 16:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kuil Buddha dan biara-biara di Tibet harus menjadi pusat propaganda Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa di mana biarawan dan biarawati belajar untuk menghormati ilmu dan mencintai partai.

Begitu kata pejabat Tiongkok untuk wilayah Tibet, Chen Quanguo dalam tulisannya di majalah dua mingguan Qiushi.

Ia menyebut, lebih dari 1.700 kuil dan biara serta 46,000 biarawan dan biarawati harus melihat pemeirntah Tiongkok sebagai teman.


"Biarkan para biarawan dan biarawati di kuil-kuil dan biara-biara memiliki perasaan pribadi dengan partai dan perawatan serta kehangatan pemerintah; membiarkan mereka merasa kebajikan partai, mendengarkan kata-kata partai dan mengikuti jalan partai," tulis Chen di Qiushi seperti dimuat Channel News Asia (Jumat, 3/4).

Ia pun menyerukan agar kuil dan biara di Tibet dilengkapi dengan radio dan televisi, serta surat kabar dan ruang baca.

"Biarawan dan biarawati tidak harus pergi keluar dari kuil atau biara mereka untuk memahami kebijakan partai dan pemerintah dan kemajuan sosial, atau perdamaian, stabilitas dan nasib baik Tibet, sehingga mereka dibimbing untuk mengikuti jalan memuja budaya ilmiah," sambungnya.

Tiongkok sendiri diketahui membebaskan dengan damai Tibet pada tahun 1950. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya