Berita

Andrinof A. Chaniago

90 Persen Rencana Pembangunan Kaltim sama dengan Pemerintah Pusat

RABU, 01 APRIL 2015 | 11:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago mengapresiasi rencana pembangunan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurutnya, apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah Kaltim 90 persen sama dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah pusat.

"Tidak banyak kami temukan usulan pemerintah daerah atau forum pemerintah daerah yang isinya punya kesamaan cita-cita dengan pemerintah pusat melebihi 60 persen," kata Andrinof dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Kalimantan Timur yang digelar di Convention Hall Kompleks Stadion Sempaja, Samarinda pada Rabu (1/4).


Ketika ada persamaan hingga 90 persen, jelas Andrinov, itu berarti pemerintah Kaltim dan pusat telah memiliki kesamaan visi dan pandangan soal pembangunan.

"Untuk menyamakan yang sekitar 10 persen sisanya tidak sulit dibanding menyamakan yang sisanya 50 persen lagi," tambahnya.

Oleh karena itu, masih kata Andrinof, tantangan selanjutnya bagi pemerintah pusat dan Kaltim adalah menyamakan persepsi demi mencapai tujuan.

"Setelah itu kita samakan langkah atau urutan langkah yang perlu ditempuh untuk nencapai tujuan itu," jelas Andrinof.

Musrembangprov sendiri merupakan acara yang digelar sebagai bagian penting  proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016 dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan daerah (RKPD) tahun 2016.

Selain dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, acara tersebut turut hadir 10 Bupati dan Walikota se-Kalimantan Timur atau yang mewakilkan.

Mereka yang hadir adalah Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Kutai Timur, Bupati Berau, Bupati Paser, Bupati Mahakam Ulu, Walikota Balikpapan. Selain itu ada juga Wakil Walikota Samarinda, Wakil Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Sekda Bontang. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya