Berita

ilustrasi/net

Dunia

Tiongkok Buka Rute Penerbangan Baru, Oposisi Taiwan Lempari Telur dan Sandal

SENIN, 30 MARET 2015 | 09:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puluhan warga Taiwan yang tergabung dalam kelompok oposisi Taiwan Solidarity Union (TSU) berunjuk rasa menolak peluncuran rute penerbangan baru Tiongkok yang kontroversial pada Minggu (29/3).

Mereka protes dengan cara melempari telur dan sandal serta memaksa masuk ke dalam kuil di mana Presiden Taiwan Ma Ying-jeou tengah berkunjung.

Pengunjuk rasa menilai, pembukaan rute penerbangan baru itu merupakan bukti kegagalan pemerintah Taiwan. Presiden Ma juga dinilai telah mengkhianati negara.


"Warga Taiwan tidak berarti menerima M503," kata pemimpin protes seperti dimuat Channel News Asia.

M503 mengacu pada rute penerbangan baru di dekat tengah Selat Taiwan yang memisahkan pulau tersebut dari daratan Tiongkok.

"Ma adalah pengecut. Dia tidak berani mengatakan 'Tidak' ke Tiongkok," sambungnya.

M503 adalah salah satu dari empat rute yang akan mengijinkan pesawat melintas di atas Selat Taiwan dari provinsi pesisir Tiongkok Zhejiang dan kota-kota Fuzhou dan Xiamen di provinsi Fujian. Beijing menyebut, pembukaan rute baru itu diperlukan untuk mengurangi kemacetan pada jalur penerbangan yang ada.

Namun pembukaan rute baru tersebut dinilai menimbulkan ancaman pertahanan udara yang potensial. Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan mendorong Tiongkok untuk menunda peluncuran M503 serta tiga rute lainnya tanpa batas waktu. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya