Berita

ilustrasi/net

Dunia

Di Mesir, Liga Arab Sepakat Bangun Pasukan Militer Gabungan Demi Gempur Yaman

MINGGU, 29 MARET 2015 | 18:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin negara-negara anggota Liga Arab sepakat untuk membentuk pasukan militer Arab sebagai upaya untuk mengintervensi Yaman.

"Pemimpin-pemimpin Arab telah memutuskan untuk sepakat pada prinisip pasukan militer gabungan Arab," kata Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi (Minggu, 29/3).

Menurut keterangan sejumlah pejabat Mesir, pasukan gabungan itu akan terdiri dari sekitar 40 ribu pasukan elit yang dilengkapi dengan pesawat perang, kapal angkatan laut, dan light armor.


Namun sejumlah analis, seperti dimuat BBC, menyebut bahwa tidak mungkin keseluruhan anggota Liga Arab yang berjumlah 22 negara akan bergabung dengan pasukan tersebut. Pembentukan pasukan gabungan juga diperkirakan akan memerlukan wantu beberapa bulan.

Saat ini diketahui ada 10 negara koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan serangan udara di Yaman. Serangan yang dilakukan adalah untuk mendukung Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang melarikan diri setelah keuntungan oleh pemberontak Syiah Houthi. Serangan itu dimaksudkan untuk memberantas para pemberontak Houthi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya