Berita

ilustrasi/net

Dunia

TRAGEDI 4U 9525

Kecelakaan Germanwings di Alpen Karena Lufthansa Kekurangan Petugas Medis?

MINGGU, 29 MARET 2015 | 18:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan Lufthansa tidak memiliki personil medis yang cukup untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan bagi seluruh staf pilot, termasuk untuk anak perusahaan Germanwings.

Begitu bunyi laporan yang dimuat di surat kabar Jerman Welt am Sonntag pada Minggu (29/3) dan dikutip Press TV.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa, kurangnya bantuan medis itu bisa menjadi akar masalah yang menyebabkan insiden kecelakaan pesawat Germanwings di pegunungan Alpen baru-baru ini yang menewaskan 150 orang di dalamnya.


Laporan itu mengutip penyataan dari seorang sumber anonim yang dengan dengan isu. Sumber itu mengatakan bahwa posisi pekerjaan medis di Lufthasan tetap kosong untuk waktu yang lama. Dengan kondisi seperti itu, pelayanan kesehatan yang baik kurang disediakan oleh Lufthansa. Sehingga sulit untuk mendeteksi kondisi psikologis sekitar 5.400 pilot maskapai tersebut.

Berdasarkan laporan yang sama disebutkan bahwa Lufthansa mempekerjakan sekitar 20 doktor yang bekerja di pusat medis di Frankfurt, Hamburg, dan Munich. Ada juga lima dokter tambahan yang disediakan untuk pilot di fasilitas medis bandara Frankfurt Jerman.

Jumlah petugas medis itu dinilai belum cukup untuk menyediakan bantuan yang memadai untuk para pilot.

Laporan itu muncul beberapa saat setelah muncul dugaan bahwa co-pilot pesawat Airbus A320 nahas itu, Andreas Lubitz sengaja membawa pesawat hingga menabrak pegunungan Alpen. Lubitz sendiri menurut catatan medis telah melakukan perawatan untuk masalah depresi yang dialaminya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya