Berita

co-pilot germanwings Andreas Lubitz/net

Dunia

TRAGEDI 4U 9525

Soal Kecelakaan, Mantan Kekasih Teringat Ucapan Co-Pilot Germanwings Setahun Lalu

MINGGU, 29 MARET 2015 | 17:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Nama co-pilot pesawat nahas Germanwings Andreas Lubitz menjadi sorotan pemberitaan media internasional beberapa waktu terakhir. Pasalnya, co-pilot muda itu diduga sengaja menabrakan pesawat Airbus A320 yang dibawanya dengan seorang kapten pilot ke pegunungan Alpen dan menewaskan 150 orang, termasuk dirinya sendiri.

Mengetahui kejadian tersebut, mantan kekasih Lubitz, yakni pramugari berusia 26 tahun bernama Maria W teringat perkataan Lubitz tahun lalu. Kata Maria, Lubitz pernah menyebut bahwa suatu saat, semua orang akan mengenal namanya.

"Suatu saat, saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah semua sistem, dan semua orang akan tahu dan mengingat nama saya," kata Maria mengulang kalimat yang pernah dikatakan Lubitz padanya.


Pernyataan itu disampaikan Maria dalam sebuah wawancara dengan Bild seperti dimuat Asia One (Sabtu, 28/3).

Maria sendiri masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia mengaku tidak menyangka bila sang mantan kekasih dituding menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Menurut Maria, jika mantan kekasihnya itu sengaja menyebabkan kecelakaan pesawat, itu pasti karena ia memahami bahwa dengan masalah kesehatannya, maka mimpi besar Lubitz untuk bekerja di Lufthansa sebagai kapten dan sebagai pilot penerbangan jarak jauh hampir mustahil.

Sebelumnya juga muncul laporan bahwa Lubitz pernah meminta bantuan psikiater atas serangan depresi serius yang dialaminya pada tahun 2009.

Nama Lubitz sendiri dituding menyusul laporan awal rekaman kotak hitam pesawat yang menunjukkan bahwa sesaat sebelum kejadian, Lubitz hanya sendirian di dalam kokpit dan ia yang membuat pesawat turun dengan ketinggian yang drastis. Ia tidak menggubris kapten pilot yang menggedor-gedor pintu kokpit untuk dibukakan pintu. Ia pun tidak menjawab panggilan dari pengatur lalu lintas udara yang memperingatkannya soal ketinggian. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya