Berita

ilustrasi/net

Dunia

Agen AS Hadiri Pesta Seks yang Didanai Kartel Narkoba

JUMAT, 27 MARET 2015 | 12:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Agen-agen Amerika Serikat yang bertugas memberantas peredaran narkoba diketahui kerapkali menghadiri pesta seks yang dinanai oleh kartel narkoba.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah laporan Departemen Kehakiman yang dirilis pada Kamis (26/3). Laporan itu membeberkan sejumlah rincian perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh Drug Enforcement Administration (DEA) dan badan-badan penegak hukum federal lainnya

Salah satu perilaku yang tidak pantas dilakukan para agen DEA itu adalah menghadiri pesta seks dengan wanita penghibur di luar negeri. Namun seorang pejabat menyebut bahwa kejadian itu terjadi di Kolombia.


Tujuh agen yang mengaku menghadiri pesta seks itu diberi suspensi mulai dari dua sampai 10 hari.

"Prostitusi dianggap bagian dari budaya lokal dan ditoleransi di daerah-daerah tertentu yang disebut 'toleransi zona'," kata seorang pejabat DEA kepada penyelidik seperti dimuat BBC.

Investigasi itu didorong oleh Kongres setelah muncul laporan tahun 2012 yang menyebut bahwa agen-agen Secret Service telah menyewa wanita penghibur sekaligus melindungi presiden selama pertemuan puncak di Kolombia.

Tuduhan lainnya termasuk kemajuan yang tidak diinginkan, hubungan seks antara instruktur pelatihan dan siswa, serta hubungan antara atasan dan bawahan.

Para agen-agen federal FBI, DEA, US Marshals Service dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak itu diinvestigasi antara tahun 2009 hingga tahun 2012. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya