Berita

PUING-PUING PESAWAT GERMANWINGS DI ALPEN/NET

Dunia

TRAGEDI 4U 9525

Kunci Kokpit, Co-pilot Germanwings Diduga Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Alpen

JUMAT, 27 MARET 2015 | 11:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Co-pilot pesawat nahas Germanwings 4U 9525, Andreas Lubitz, sengaja mengunci dirinya sendiri di dalam kokpit, beberapa saat sebelum jatuh menabrak pegunungan Alpen.

Menurut keterangan seorang jaksa Marseille bernama Brice Robin, merujuk pada informasi dari perekam suara kotak hitam, ditemukan bahwa co-pilot berusia 27 tahun itu tengah sendirian di dalam kompit beberapa saat sebelum pesawat jatuh.

Ia sengaja menurunkan ketinggian pesawat sejak kapten pilot terkunci di luar kokpit. Kapten pilot pada saat itu keluar kokpit mungkin untuk ke toilet.


Namun saat hendak kembali, sang Kapten tidak dibukakan pintu kokpit oleh co-pilot sehingga terkunci di luar. Kapten berupaya beberapa kali masuk ke kokpit dengan mengetuk hingga menggedor-gedor.

"Anda bisa mendengar suara benturan, mencoba untuk menghancurkan pintu bawah," kata Robin.

Sejak sang kapten terkunci di luar kokpit, Lubitz kemudian menurunkan ketinggian jelajah Airbus A320 tersebut 3.000 kaki per menit.

Ia pun meambahkan bahwa, pengendali lalu lintas udara sempat menghubungi pesawat berulang kali, tetapi tidak berhasil.

Menurutnya, setting kontrol untuk menurunkan ketinggian pesawat dengan cepat adalah suatu tindakan yang bisa dilakukan secara sukarela pada saat itu.

"Ia tidak ada alasan untuk menghentikan pilot kembali ke kokpit. Ia tidak punya alasan untuk menolak menjawab panggilan pengontrol udara yang memperingatkannya soal ketinggian," jelas Robin seperti dimuat Reuters.

Sesaat sebelum pesawat menabrak, Robin menyebut, suara jeritan penumpang sempat terdengar di kotak hitam.

"Hanya menjelang akhir, anda bisa mendengar teriakan," tambahnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kepolisian Jerman segera menggeledah rumah Lubitz untuk mencari bukti lebih untuk mencari tahu motif apa yang mebuat co-pilot muda itu sengaja menyebabkan kecelakaan tersebut.

Kecelakaan nahas itu menewaskan 144 penumpang dan 6 kru pesawat, tak terkecuali sang co-pilot. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya