Berita

GKR Hemas

Wawancara

WAWANCARA

GKR Hemas: Kadang Saya Dipersalahkan, Kenapa Sri Sultan Tidak Mempunyai Selir...

JUMAT, 27 MARET 2015 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Muncul wacana pengganti Sri Sultan Hamengku Bu­wono X berasal dari perempuan. Sebab, Raja Yogya­karta itu tidak memiliki anak laki-laki. Ada perdebatan mengenai suksesi kepemimpinan di Keraton Yogyakarta tersebut.

Akhirnya Sri Sultan menge­luarkan sabda tama atau amanat. Intinya meminta para kerabat keraton tidak lagi berkomentar ihwal proses suksesi karena tidak seorang pun bisa menda­hului titah Raja.

Menanggapi hal itu, istri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengungkapkan, hanya Sri Sultan yang akan memutus­kan siapa penggantinya.


"Tak ada yang bisa intervensi. Itu adalah hak prerogatif Sultan, tidak ada yang bisa mencampuri mengenai penggantinya," kata GKR Hemas.

Keluarga juga, lanjutnya, dilarang membicarakan suk­sesi kepemimpinan di Keraton Yogyakarta.

Simak perbincangan Rakyat Merdeka dengan GKR Hemas:

Apa benar pengganti Sultan, perempuan?

Baik laki-laki maupun perem­puan sudah ada (takdir). Kalau orang Jawa bilangnya sudah ada wangsitnya sendiri. Lagi pula saya rasa di situ (sabda tama atau amanat) tidak disebutkan bahwa pengganti Sri Sultan adalah perempuan.

Tapi itu diperbincangkan di publik?
Begini, itu harusnya bukan ranah publik, tapi karena akh­irnya ditanggapi masyarakat jadi begini.

Memang yang dikehendaki Sri Sultan, penggantinya laki-laki atau perempuan?
Bagi Sri Sultan laki-laki dan perempuan kalau memang ada garis tangannya, siapapun dia bisa menggantikan gitu loh.

dalam keluarga, tapi menurut saya, Sultan sudah berlaku arif dan bijaksana.

Maksud Anda?
Ya beliau nggak pernah mengajukan anak saya harus jadi ini atau itu. Apalagi sam­pai menggantikan posisi yang seharusnya di dalam keraton dilakukan anak-anak Sultan. Karena selama ini pun masih dijabat oleh adik-adiknya Sultan, toh kami tidak pernah mempersoalkan.

Kalau begitu ya sudah, kalau memang dijabat oleh adik-adik itu sesuatu yang bagi Sultan ng­gak harus menempatkan anak saya harus ini atau itu.

Jadi pihak luar tidak boleh berkomentar apalagi ikut campur terkait pengganti Sri Sultan?
Ini kan wilayah domestik yang tidak harus dilakukan orang luar. Tapi ya, biasalah karena Yogya adalah tempat yang selalu diobok-obok toh.

Lalu keluarga kondisinya bagaimana?
Sultan lebih dekat dengan anaknya ketimbang saya, ha-ha-ha.

Apakah ada gesekan di in­ternal?
Tidak ada. Kami ini kan harus sebijak mungkin melakukan kebijakan-kebijakan di kera­ton. Hak-hak yang seharusnya dilakukan anak-anak itu juga sudah. Minimal sudah diletak­kan basik bahwa menjadi anak Sultan itu memiliki tanggung jawab.

Dulu kan tidak punya kewa­jiban (sebelum jadi Sultan), kewajiban itu bukan berarti anak-anak bisa duduk di lem­baga keraton, tidak demikian.

Kewajiban itu juga seperti menjaga nama keraton, menjaga keberadaan keluarga dan lainnya itu kan juga kewajiban.

Maaf, soal Sultan yang tidak memiliki selir bagaimana?
Saya tidak tahu, itu seleranya Sultan. Saya kadang-kadang jadi dipersalahkan kenapa Sultan tidak punya selir.

Yang saya pahami, beliau dengan beberapa ibu ada ketidaknyamanan dalam komu­nikasi terhadap anggota ke­luarga yang lain, itu beliau rasakan betul.

Maksud Anda?
Tentu ada pilih kasih dan ben­trokan juga ada. Itu sebenarnya sesuatu yang normal. Maka beliau malah bilang sama anak-anak mengenai ini.

Apa yang disampaikan ke anak-anak?
Beliau bilang ke anak-anak bahwa ibumu cuma satu. Beliau tidak mau anak-anak menderita seperti dirinya.

Sikap Anda bagaimana?
Dalam mendampingi beliau saya mencoba untuk melayani, biasanya kan beliau makan sendiri karena beliau sudah sangat mandi­ri walau saya ada. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya