Berita

jokowi/rm

Dunia

Jokowi Telalu Sibuk untuk Terima Telepon Abbott

KAMIS, 26 MARET 2015 | 15:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Joko Widodo terlalu sibuk dengan jadwalnya beberapa minggu terakhir sehingga belum bisa menerima permintaan Perdana Menteri Australia Tony Abbott untuk berbicara di telepon.

"Presiden terlalu sibuk," kata Duta besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema di Canberra (Kamis, 26/3).

"Seperti yang anda ketahui, program pertama presiden adalah turun ke masyarakat, ke provinsi-provinsi, bukan hanya di Jawab, Kalimantan atau Sumatera, tapi juga Papua. Jadi ada banyak kunjungan yang harus ia buat," sambungnya seperti dilansir Sydney Moring Herald.


Abbott diketahui telah meminta untuk melakukan percakapan telepon dengan Jokowi sejak 5 Maret lalu untuk membicarakan soal eksekusi mati dua terpidana kasus Bali Nine asal negeri kanguru, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Namun setelah tiga minggu berlalu, belum juga ada percakapan telepon yang dilakukan oleh kedua pemimpin negara itu.

Kesoema sendiri menegaskan bahwa masalah ini tidak merusak hubungan antar kedua negara tetangga.

"Mungkin akan menambahkan sejumlah dinamika dari hubungan kita tapi saya tidak percaya bahwa hal ini akan membahayakan hubungan kedua negara karena fondasi kami sangat kuat. Kami memiliki kepentingan bersama, begitu banyak hal, politik, budaya, ekonomi," tambahnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya