Berita

ilustrasi/net

Dunia

Klaim Suaka Sentuh Angka Tertinggi Sejak Perang Bosnia

KAMIS, 26 MARET 2015 | 15:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan pengungsi PBB mencatat, sepanjang tahun 2014 lalu ada sekitar 866 ribu pencari suaka yang mengajukan klaim ke negara-negara Barat. Jumlah itu melonjak 45 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut cukup mencengangkan, pasalnya jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak awal Perang Bosnia (1992�"1995) di mana pada saat itu ada hampir 900 ribu orang mencari suaka.

Menurut Ketua Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi Antonio Guterres dalam laporan terbaru bertajuk "Asylum Tren 2014",  konflik yang masih terus berlangsung di Irak dan Suriah berpengaruh besar dalam lonjakan pencari suaka tersebut.


"Hari ini, lonjakan dalam konflik bersenjata di seluruh dunia menyajikan kita dengan tantangan serupa, khususnya situasi dramatis di Suriah," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia  (Kamis, 26/3).

Dalam laporan yang sama ia menyebut bahwa Suriah merupakan penyumbang pencari suaka. Hampir 150 ribu warga Suriah mencari klaim suaka di 44 negara industri pada tahun lalu. Bila dibuat perbandingan, dari setiap lima klaim pengajuan suaka, satu di antaranya adalah warga Suriah.

Di posisi kedua adalah Irak dengan 68.700 klaim pencari suaka pada tahun lalu. Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di urutan selanjutnya adalah Afghanistan, Serbia, Kosovo, dan Eritrea.

Sementara itu, Jerman menjadi negara di posisi pertama yang paling banyak menerima aplikasi suaka. Pada tahun lalu, Jerman menerima sekitar 173 ribu pengajuan suaka. Seperempat di antaranya berasal dari Suriah.

Kemudian Amerika Serikat ada di posisi kedua karena telah menerima sekitar 121.200 pengajuan aplikasi suaka tahun lalu. Sebagian besar di antaranya adalah orang-orang yang melarikan diri dari kelompok kekerasan dan obat-obatan di Meksiko dan Amerika Tengah.

Selanjutnya adalah Turki yang telah menerima sekitar 87.800 permintaan suaka tahun lalu.

Italia pada tahun lalu menerima 63.700 permintaan suaka dan Australia menerima kurang dari 9 ribu pengajuan suaka tahun lalu. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya