Berita

blackbox germanwings/net

Dunia

TRAGEDI 4U 9525

Sebelum Jatuh di Alpen, Kokpit Germanwings Sempat Terkunci?

KAMIS, 26 MARET 2015 | 09:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim investigasi telah berhasil mengambil rekaman suara kokpit dari salah satu kotak hitam pesaat nahas Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpen.

Kendati detil soal apa isi rekaman suara itu belum dirilis secara resmi, namun kabar mengejutkan dihembuskan oleh seorang sumber investigastor anonim. Kepada New York Times ia menyebut bahwa rekaman itu menunjukkan, salah satu pilot meninggalkan kokpit dan tidak bisa kembali sesaat sebelum pesawat jatuh.

"Orang di luar mengetuk ringan di pintu (kokpit) dan tidak ada jawaban. Dan kemudian ia memukul kuat pintu itu dan tidak ada jawaban. Tidak pernah ada jawaban," sebutnya.


"Anda bisa mendengar ia tengah mencoba untuk mendobrak pintu," tambah sumber tersebut.

Masih dari sumber New York Times, ia menyebut bahwa ada perbincangan yang halus dan dingin pada awal rekaman. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal percakapan apa yang ia maksud.

Namun ia menyebut, dalam rekaman itu terdengar salah satu pilot meninggalkan kokpit.

"Kami belum tahu alasan mengapa salah satu dari orang itu pergi keluar," tambahnya.

"Tapi apa yang pasti adalah bahwa di akhir penerbangan, pilot lain sendirian dan tidak membuka pintu," bebernya.

Namun demikian, beluma da konfirmasi resmi terkait pernyataan itu.

Sementara itu, biro investigasi udara Perancis BEA menyebut, terlalu dini untuk menarik kesimpulan soal apa yang menyebabkan pesawat jatuh.

"Kami baru saja dapat mengekstrak data file audio yang bisa digunakan," kata Direktur BEA Remi Jouty dalam konferensi pers sepetri dimuat Reuters.

"Kami belum bisa mempelajari dan membangun waktu yang tepat untuk semua suara dan kata-kata yang terdengar di file ini," sambungnya tanpa membeirkan detil penjelasan lebih jauh.

Jouty hanya memperkirakan bahwa analisis dasar pertama terkait rekaman suara itu bisa diselesaikan dalam hitungan hari. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya