Berita

Nagasaki Ariana Miyamoto/net

Dunia

Setengah Amerika, Ratu Kecantikan Jepang Kebanjiran Kritik

RABU, 25 MARET 2015 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratu kecantikan Jepang yang baru, Nagasaki Ariana Miyamoto kebanjiran kritik karena dinilai tidak cukup mewakili negeri sakura.

Miyamoto yang dianugerahi mahkota Miss Jepang beberapa waktu lalu itu merupakan dara cantik berusia 20 tahun keturunan Jepang-Amerika. Ibunya berasal dari Nagasaki Jepang dan ayahnya berasal dari Arkansas Amerika Serikat.  

"Dia tidak terlihat seperti orang Jepang sama sekali," kata salah seorang warga Nagasaki, Ishiko Komagawa.


"Setengah (keturunan Jepang), bukan berarti 100 Persen Jepang. Jika seserang memilih Miss Jepang, kedua orang tuanya haruslah warga negara Jepang," kata seorang warga Jepang lainnya, Tomoki Nogami.

Menanggapi sejumlah kritik yang dihadapinya itu, Miyamoto menegaskan bahwa dirinya hendak memperluas definisi dan persepsi soal apa makna menjadi orang Jepang.

"Saya hendak mengatakan kepada dunia, bahkan setengah Jepang bisa mewakili Jepang," kata Miyamoto seperti dimuat BBC (Rabu, 25/3).

Sementara itu, menurut seorang profesor studi Asia di Universitas Temple di Tokyo, Jeff Kingston, menyebut bahwa Jepang sebenarnya telah merangkul banyak warga negara campuran dalam sejumlah bidang, termasuk atlet olahraga dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini mengirimkan pesan yang sangat positif tentang perubahan Jepang ke seluruh dunia," tambahnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya