Berita

kotak merah lee kuan yew/netnet

Dunia

Ini Kotak Merah Kesayangan Lee Kuan Yew

RABU, 25 MARET 2015 | 13:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Almarhum Lee Kuan Yew diketahui memiliki sebuah kotak merah kesayangan yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi.

Kotak merah itu digunakan untuk membawa dokumen penting sejak saat ia masih menjabat sebagai Perdana Menteri hingga bulan lalu. Tepatnya tanggal 4 Februari 2015, atau sehari sebelum ia dibawa ke General Hospital untuk dirawat akibat pneumonia yang dideritanya.

Hal tersebut dituturkan oleh Menteri Pendidikan Singapura Heng Swee Keat terungkap dalam posting facebook-nya hari ini (Rabu, 25/3).


"Ketika saya bekerja sebagai Sekretaris Utama Pribadi Lee, bagian terbaik dri kehidupan sehari-hari saya berputar di kotak merah," tulisnya seperti dimuat AsiaOne.

Ia menceritakan, setiap hari, kotak merah selalu berada dalam keadaan terkunci dan akan dibuka pukul 9 pagi.

"Tas berbentuk kotak, sekitar 14 sentimeter lebarnya. Kotak merah itu berasal dari pemerintah Inggris yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut dokumen antara kantor-kantor pemerintah," sambungnya.

Kata Heng, selama bertahun-tahun itu, kotak merah tersebut digunakan untuk menyimpan surat-surat penting miliknya, draft pidato, bacaan, dan berbagai macam pertanyaan serta refleksi dan observasi.

Selain itu, Heng juga menceritakan bahwa sejumlah barang lainnya juga kerap kali diletakkan Lee di dalam kotak merah tersebut. Seperti rekaman suaranya untuk ditranskrip, komunikasi dengan para pemimpin asing, pengamatan tentang krisis keuangan, instruksi untuk Istana staf lapangan, atau bahkan pertanyaan tentang beberapa pohon ia lihat di jalan tol. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya